JawaPos Radar

4 Kecamatan Masih Terisolasi di Sigi, Bantuan Dikirim Dengan Heli

04/10/2018, 09:35 WIB | Editor: Ilham Safutra
4 Kecamatan Masih Terisolasi di Sigi, Bantuan Dikirim Dengan Heli
Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri kabinet kerja saat berada di Mapanau Kecamatan Sigiboromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng, Rabu (3/10). (Boy Slamet/Jawa Pos)
Share this image

4 Kecamatan Masih Terisolasi di Sigi, Bantuan Dikirim Dengan Heli
Infografis Kebutuhan Dasar yang dibutuhkan pengungsi gempa Sulteng. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

JawaPos.com - Hampir sepekan gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng), warga di Kabupaten Sigi masih terisolasi. Terutama di mereka yang tinggal di empat kecamatan.

Bupati Sigi M. Irwan Lapata menyebut saat ini masih ada empat kecamatan di wilayahnya yang terisolasi. Empat kecamatan itu sulit untuk ditembus karena akses jalan yang putus dikoyak-koyak gempa.

Ada total 15 kecamatan di Kabupaten Sigi. Dari jumlah itu, ada empat kecamatan yang terisolasi, yakni Kolawi, Kolawi Selatan, Lindu, dan Pipikoro.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Irwan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sudah memberikan solusi. Salah satunya ialah mengirim bantuan melalui helikopter.

Presiden Jokowi juga sempat mengunjungi lokasi gempa di perbatasan Desa Mpanau dan Petobo. Presiden menawarkan opsi dari pemerintah kepada warga yang ingin dipindah ke tempat yang baru. "Meski berjarak 20 kilometer dari sini, tempat itu aman," terangnya kepada awak media.

Sementara itu, memasuki hari ke-6 pascagempa, aktivitas perekonomian di Kota Palu berangsur-angsur normal. Fasilitas ATM di Kota Palu telah berfungsi meski sangat terbatas.

Dari pemantauan Radar Sulteng, ATM yang beroperasi adalah ATM di Bank Mandiri Cabang Utama Palu, Jalan Sam Ratulangi, Palu Timur. Tampak warga antre untuk menarik uang tunai. Sementara itu, di luar ATM, petugas gabungan TNI-Polri berjaga-jaga.

Dua pasar induk tradisional di Kota Palu, yakni Pasar Inpres Manonda, Palu Barat, dan Pasar Masomba, Palu Selatan, beroperasi sejak Senin (1/10). Padahal, dua lokasi pasar itu tak jauh dari dua titik parah akibat gempa.

Dari pemantauan Radar Sulteng pada Rabu siang (3/10), beberapa pedagang membuka lapak seakan tidak terdampak bencana. Umumnya, mereka memiliki kios atau toko bahan makanan campuran. Mereka bukan pedagang kaki lima yang biasanya memenuhi emperan toko dan sempadan jalan pasar atau pedagang ikan.

Ratusan pengungsi gempa dan tsunami di Sulteng berdatangan di Lanudal Juanda, Sidoarjo, tadi malam (3/10). Mereka adalah warga Jatim dan Jateng yang sedang merantau di Kota Palu. Dari Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu, mereka terbang dengan menggunakan pesawat Hercules. Begitu tiba di Juanda sekitar pukul 19.00, mayoritas korban langsung dijemput pihak keluarga.

Dua ambulans dari RSUD Sidoarjo juga disiapkan untuk berjaga-jaga. Di antara sekian pengungsi, ada dua orang yang memiliki masalah kesehatan. Salah satunya Nurwulan. Kaki kiri perempuan 28 tahun itu diperban.

Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Kav Arief Cahyo Widodo menambahkan, ada sekitar 20 orang tersisa yang belum dijemput keluarga. Mereka untuk sementara ditampung di mes Baskara Jaya di Jalan Juanda, Sedati. Mereka berasal dari Boyolali, Jateng. "Besok kemungkinan diantar ke terminal. Difasilitasi bus untuk pemberangkatan." 

(elo/uq/edi/c9/c5/c10/agm)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 04/10/2018, 09:35 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 04/10/2018, 09:35 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 04/10/2018, 09:35 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 04/10/2018, 09:35 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 04/10/2018, 09:35 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 04/10/2018, 09:35 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 04/10/2018, 09:35 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up