JawaPos Radar

Polda Dinilai Lamban Proses Kasus Agen Umrah Nakal PT ATM

04/10/2018, 05:50 WIB | Editor: Estu Suryowati
Polda Dinilai Lamban Proses Kasus Agen Umrah Nakal PT ATM
BERHENTI BEROPERASI. Kantor PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) di Jalan Mayhen Sutoyo, Balikpapan Kota, kini dipasangi garis polisi. (Paksi Sandang Prabowo/Kaltim Post/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com – Sejumlah korban dugaan penipuan calon jamaah umrah oleh travel PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) mendatangi markas Polda Kaltim, Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan, Rabu (3/10). Mereka ingin mengetahui perkembangan perkara tersebut. Korban menilai polisi lambat melakukan penyelidikan.

"Prosesnya lambat, kami ingin kejelasan," terang Rusli, koordinator para korban dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Kamis (4/10).

Dia melanjutkan, korban juga berharap terlapor Hamzah Husain selaku direktur PT ATM diproses hukum. "Kami ingin menanyakan kenapa lambat ditetapkan tersangka," tuturnya.

Hal serupa disampaikan Rio Ridhayon selaku kuasa hukum Rusli dan korban lainnya. Dia menyebut, kliennya total menderita kerugian Rp 4 miliar. Duit tersebut dikumpulkan dari ratusan jamaah kemudian disetorkan ke PT ATM.

Sebelumnya, mereka dijadwalkan berangkat Mei lalu. Namun batal hingga saat ini. Sementara pertemuan maraton yang dilakukan termasuk keterlibatan investor tak membuahkan hasil. "(Kami) ingin langsung pertanggungjawaban secara hukum," kata Rio.

Dari 30 orang yang datang, 20 orang di antaranya diterima dan langsung diterima petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Mereka diberi penjelasan seputar perkembangan kasus tersebut.

Dari penjelasan penyidik, proses hukum masih terus berjalan. Selain menyiapkan jeratan pidana penipuan dan penggelapan, penyidik membidik pula tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Informasi penyidik, akan dijerat TPPU, untuk menyita aset agar dana bisa dikembalikan ke korban," ungkapnya.

Ketika ada aset atau pun benda berharga lainnya disita penyidik, opsi itu dapat membantu mengembalikan dana para korban. Rio menguraikan, dari puluhan laporan yang masuk ke Polda Kaltim, dapat dijadikan dasar untuk melakukan pemeriksaan terhadap Hamzah.

"Sampai kini masih belum tersangka, bebas berkeliaran," sesalnya.

Karena menurutnya, bisa saja terlapor kabur atau menghilangkan barang bukti. Rio mengaku telah mengirimkan surat langsung ke Polda Kaltim dengan tembusan Kapolda Irjen Priyo Widyanto 3 Agustus lalu. Isinya menanyakan perkembangan laporan korban.

"Dalam surat itu, saya meminta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP). Sampai saat ini belum ada," ujarnya.

Para korban berharap, perkara segera ditangani. Mengingat jumlah korban ATM mencapai ribuan orang. "Tidak ada alasan polisi menunda atau membiarkan kasus ini. Hamzah harus segera mempertanggungjawabkan perbuatannya," harapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menerangkan, kasus travel PT ATM masih berjalan. Saat ini pemeriksaan saksi korban termasuk penghimpunan informasi sedang berlangsung.

"Kalau semua unsur sudah memenuhi, tentunya proses akan naik penyidikan," sebutnya.

Diketahui, penyidik telah menangani sembilan laporan polisi (LP) dugaan penipuan yang dilayangkan puluhan calon jamaah umrah travel PT ATM. Jumlah LP itu ditangani dua tim penyidik. Tim satu terdapat tujuh LP serta tiga pengaduan.

Pengembangannya, masih proses penyelidikan. Ada delapan saksi dimintai keterangan. Sementara tim dua, menangani dua LP. Masing-masing statusnya proses penyidikan dan penyelidikan dengan enam saksi yang telah dimintai keterangan penyidik.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up