JawaPos Radar

Kasihan! Tertipu Wanita yang Mengaku Single, Jaidi Tewas Dikeroyok

04/10/2018, 05:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Kasihan! Tertipu Wanita yang Mengaku Single, Jaidi Tewas Dikeroyok
ILUSTRASI. Tertipu wanita yang mengaku single, Jaidi tewas dikeroyok orang tak dikenal. Mayatnya dibuang ke sungai. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Benih asmara membawa M Jaidi alias Unyir, 27, menghadap Sang Pencipta. Pemuda itu tewas mengenaskan. Mayatnya ditemukan di Sungai Mentaya. Jaidi dianiaya sekelompok orang. Diduga penganiayaan berujung pembunuhan itu dilatari cinta segitiga.

Jasad Jaidi yang mengapung menggegerkan warga Jalan Iskandar, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Ketapang, Rabu (3/10). Polisi turun setelah mendapat laporan. Jenazah Jaidi kemudian dievakuasi.

"Ada mayat mengapung. Katanya korban penganiayaan," kata Reza, warga yang melintas di TKP dikutip dari Radar Sampit (Jawa Pos Group), Kamis (4/10).

Jaidi merupakan warga asal Desa Rantau Keminting, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Dia dikenal sebagai sopir travel yang kerap pulang pergi Sampit-Banjarmasin.

Abdul Hadi, 51, warga setempat menuturkan, Jaidi merupakan bagian dari keluarganya. Korban kerap singgah ke kediamannya untuk beristirahat. Sosoknya dikenal baik. Senang berteman dengan siapa saja.

Menurut Abdul, pada Senin (1/10), sekitar pukul 23.30 WIB lalu, Jaidi mengajak teman wanitanya makan di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit Jalan Iskandar. Saat menikmati hidangan, datang sekelompok orang tak dikenal mendekati Jaidi.

Tanpa basa-basi, segerombolan orang tersebut langsung menganiaya Jaidi hingga tak berdaya. Dia dipukuli bertubi-tubi. Saking ganasnya penganiayaan itu, tak seorang pun berani melerainya.

"Tidak ada satu pun warga yang berani mendekat dalam insiden tersebut. Korban dianiaya habis-habisan segerombolan orang itu," kata Abdul.

Korban yang tak berdaya, lalu digiring menuju arah lanting (rumah terapung di sungai, Red) dekat PPM. Jaidi kemudian dinaikkan ke kelotok menuju Mentaya Seberang. Di Mentaya Seberang, para pelaku belum puas menghajar korban. Jaidi dikeroyok lagi.

"Saat korban benar-benar sudah tak berdaya, sekelompok orang itu kembali menaikkan Jaidi ke kelotok. Di kelotok itulah, korban kemudian ditelanjangi lalu dibuang ke Sungai Mentaya," ungkap Abdul.

Penganiayaan keji itu diduga karena perkenalan Jaidi dengan wanita yang makan dengannya. Abdul menuturkan, korban berkenalan melalui media sosial; Facebook. Perkenalan itu sudah berlangsung lama.

Setelah cukup intens berkomunikasi, korban lalu mengajak wanita itu makan bersama. Celakanya, belakangan diketahui wanita itu ternyata sudah bersuami.

"Mungkin segerombolan orang yang menganiaya korban itu ada sangkut pautnya dengan wanita yang diajak korban untuk makan bersama. Wanita itu mengakui kalau dirinya masih single dan belum punya pacar. Eh, ternyata, saat insiden pengeroyokan itu berlangsung, baru terungkap kalau wanita itu selama ini sudah bersuami," ujarnya.

Insiden itu tidak melaporkan ke pihak yang berwajib. Hingga pada Selasa (2/10) lalu, kata Abdul, salah satu pelaku penganiayaan menyerahkan diri ke Polsek Ketapang.

"Dia ayah tirinya wanita yang ikut makan bersama dengan korban waktu malam itu. Pelaku memang mengincar korban sejak lama, lantaran korban berani mendekati istri orang," tutur Abdul.

Sementara itu, Kapolsek Ketapang AKP I Kadek Dwi Yoga mengatakan, kasus tersebut telah ditangani Polres Kotim. Namun, Kadek membantah terkait informasi yang menyebutkan ada seorang pelaku yang menyerahkan diri.

"Enggak ada satu pun orang yang menyerahkan diri ke Polsek Ketapang. Apalagi terkait dengan penemuan mayat tersebut. Kasus ini sudah ditangani Polres Kotim," katanya.

Kasus itu, lanjutnya, masih dalam penyelidikan. "Saat ini anggota masih di lapangan. Bersabar saja, semoga peristiwa ini bisa terungkap dengan cepat," pungkasnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up