JawaPos Radar

Dipolisikan, Prabowo: Kalau Menurut Farhat Abbas Saya Akan ke Neraka

04/10/2018, 02:20 WIB | Editor: Kuswandi
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, saat menggelar konferensi pers beberapa waktu lalu (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sandiwara penganiayaan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet telah menyeret paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ke pihak kepolisian. Selain mereka, sejumlah nama timses dan tokoh nasional juga diketahui telah diseret ke institusi yang dikepalai Jenderal Tito Karnavian.

Pengacara kontroversial Farhat Abbas diketahui yang memotori untuk melaporkan nama-nama tersebut. Ketika mengetahui hal ini, Capres Prabowo Subianto justru menanggapi santai soal pengaduannya ke pihak berwenang.

"Kalau menurut Farhat Abbas saya akan ke neraka," ucap Prabowo diiringi tawa oleh sejumlah timses saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta, Rabu (3/10).

Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet saat menggelar konferensi pers perihal pengakuan dirinya berbohong dianiaya orang tak dikenal, di Jakarta, Rabu (3/10) (Miftahul Hayat/ Jawa Pos)

Prabowo meminta seluruh masyarakat Indonesia berpikir positif soal kasus Ratna. Dia juga telah mengakui dan minta maaf soal kesalahannya soal ikut menyebarluaskan kasus tersebut.

"Saya tidak merasa buat salah, tapi saya akui agak grusah-grusuh," ungkapnya.

Di samping itu, dia juga meminta masyarakat Indonesia memaafkan seluruh tim pemenangannya yang ikut menyebarluaskan berita bohong tersebut. Dia bilang, kejadian ini dapat menjadi pembelajaran.

"Namanya juga baru belajar, tim saya juga baru berapa bulan. Tapi tidak ada alasan. Kalau saya, akui salah," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Farhat Abbas yang juga pernah menjadi timses Jokowi-Ma'ruf telah melaporkan 17 orang ke Bareskrim Polri atas kasus penyebaran kabar hoaks mengenai kasus penganiayaan Ratna. Termasuk, pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Laporan itu bernomor LP/B/1237/X/2018/BARESKRIM dan sudah diterima polisi dengan nomor STTL/1007/X/2018/BARESKRIM. Farhat bilang, peristiwa ini telah merugikan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

(ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up