JawaPos Radar

Gara-Gara Iklan Obat Kuat, Televisi Lokal di Padang Kena Tegur

03/10/2018, 21:07 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Gara-Gara Iklan Obat Kuat, Televisi Lokal di Padang Kena Tegur
KPID Sumbar melakukan MoU dengan BPOM Padang untuk meningkatkan pengawasan iklan obat tradisional di televisi beberapa waktu lalu. (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat (Sumbar) melayangkan teguran tertulis kepada salah satu stasiun televisi lokal di Kota Padang. Surat teguran lahir akibat penayangan iklan obat kuat meningkatkan vitalitas pria di luar jam dewasa.

Ketua KPID Sumbar Afriendi mengatakan, seharusnya iklan obat kuat pria dewasa ini ditayangkan di atas pukul 22.00 Wib setiap hari. Namun televisi lokal ini justru menayangkan iklan tersebut di antara pukul 14.51 Wib hingga 14.53 Wib. Ada juga di pukul 20.52 Wib hingga 20.55 Wib.

"Ya, kami tegur karena menanyangkan iklan di jam yang tidak sesuai dengan peraturan KPI," kata Afriendi di Padang, Rabu (3/10).

Dari pantauan tim KPID Sumbar, iklan tersebut ditayangkan dalam bentuk slide, gambar, tulisan, dan suara yang menceritakan isi produk. Iklan dewasa yang ditayangkan di bawah jam 22.00 Wib melanggar Peraturan KPI Pasal 59 Ayat 3 Bab XXIII Tentang Siaran Iklan.

"Dari pantauan, iklan ini ditayangkan tiga hari berturut-turut sejak tanggal 28 sampai 30 September 2018," kata Afriendi.

Atas dasar pengamatan tersebut, KPID Sumbar memutuskan tayangan iklan di TV lokal swasta itu melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012, dengan diberikan sanksi administratif.

Sementara itu, Komisioner KPID Sumbar Bidang Isi Siaran Robert Cenedy meminta agar sistem stasiun jaringan (SSJ) dan stasiun lokal untuk mematuhi peraturan yang tertuang dalam P3 dan SPS dan dijadikan acuan dalam menayangkan sebuah program.

"SSJ dan stasiun lokal wajib memperhatikan dan melindungi kepentingan anak-anak atau remaja. KPID akan terus mengawasi tayangan SSJ dan stasiun TV lokal agar tayangannya tetap tunduk pada aturan," tegasnya.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up