JawaPos Radar

Mendikbud: Batik Diproyeksi Jadi Andalan Ekonomi Kreatif Indonesia

03/10/2018, 20:58 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Muhadjir Effendy
MEMBATIK: Menteri Pendidikan dan Kebudaayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat membuka acara Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018 bertema ‘Inovation for Sustainable Future’ di Pagelaran Kraton Jogjakarta pada Rabu (3/10) sore. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Batik diproyeksi menjadi andalan ekonomi Indonesia di tingkat dunia. Hal itu dikarenakan batik memiliki keunikan, eksklusif, dan menjangkau seluruh elemen masyarakat, dari bawah hingga atas.

Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudaayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat membuka acara Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018 bertema ‘Inovation for Sustainable Future’ di Pagelaran Keraton Jogjakarta, Rabu (3/10).

Dikatakannya, pemerintah saat ini sedang menggalakkan 4 aktifitas ekonomi. Yaitu sektor kelautan, pertanian produktif, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Batik sendiri merupakan elemen utama dari ekonomi kreatif.

"Tentu saja batik memiliki syarat itu. Unik, eksklusif, menjangkau elemen paling bawah hingga atas. Saya harap jadi andalan ekonomi Indonesia di masa akan datang," katanya.

Dunia internasional juga menurutnya sangat tertarik dengan batik asal Indonesia. Pengalamannya beberapa waktu lalu, ketika mengikuti pameran di Azerbaijan ada 2 stand dari Indonesia yang ikut.

Stand tersebut diisi tentang kopi dan batik. Pengunjung yang datang pun sangat tertarik dengan batik dan mempelajarinya. "Penasaran pengunjung dalam pameran itu tentang batik, sangat luar biasa. Mereka belajar membatik," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur DIJ, Sri Sultan Hamengku Buwono X menambahkan, arus trend fashion saat ini berakar pada traditional revolution. Untuk itu, inovasi pun sangat dibutuhkan.

Batik di dalam Keraton juga menyimpan banyak kekayaan khasanah batik klasik. Sebagai pusaka budaya masa silam. "Sebagai produk tradisi, batik harus tetap mengekspresikan identitas bangsa yang bersifat unik, otentik dan orisinal," ucapnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up