JawaPos Radar

Gratis Belajar di PAUD Flying Star

Anak dari Keluarga Miskin Jago Berbahasa Inggris

03/10/2018, 20:23 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Anak dari Keluarga Miskin Jago Berbahasa Inggris
PAUD Flying Star (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Pasangan suami istri, Teddy Yulianto dan Crissinda Sutadisastra mendirikan PAUD Flying Star sebagai sarana dan fasilitas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu agar mendapatkan pendidikan yang layak.

Tidak seperti sekolah gratis pada umumnya yang memiliki berbagai keterbatasan. Flying Star memberikan memberikan fasilitas, bahkan bisa dikatakan lebih dari sekolah-sekolah pada umumnya.

Flying Star berlokasi di Jalan Manunggal Jaya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Crissinda menceritakan awal berdirinya sekolah tersebut.

Anak dari Keluarga Miskin Jago Berbahasa Inggris
PAUD Flying Star (Istimewa)

"Saya balik ke Jakarta setelah menyelesaikan pendidikan di Selandia Baru di tahun 2007. Saat itu saya dan suami (Teddy Yulianto) sepakat akan menggunakan rumah ini untuk kepentingan masyarakat," kata Crissinda saat ditemui di sekolah Flying Star, Selasa (2/10/2018).

Teddy dan Crissinda akhirnya memutuskan menggunakan rumah tersebut untuk fasilitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang tidak mampu. Ia melihat, masih banyak anak-anak di usia dini di Jakarta tidak mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya.

Awalnya, kata Crissinda, Flying Star hanya menampung anak-anak dari keluarga tidak mampu dan tidak dikenakan biaya sepeser pun alias gratis.

Rupanya dalam perkembangannya, kehadiran Flying Star direspon positif oleh warga sekitar. Mereka yang memiliki kemampuan secara financial ingin menitipkan anak-anaknya.

"Para orangtua itu bekerja dua-duanya. Mereka ingin menitipkan anak-anaknya dengan alasan selepas sekolah tetap ada yang membimbing. Apalagi lokasi kami dekat dengan rumah mereka," jelas Crissinda.

Tidak hanya mereka yang memiliki kemampuan financial saja. Para orangtua yang 'pas-pasan' juga dapat menitipkan anaknya. "Maksudnya begini. Suaminya kerja sebagai satpam, tapi istrinya ingin membantu perekonomian keluarga dengan bekerja, misalnya sebagai babby sitter. Dia menjaga anak orang, tapi anaknya tetap terjaga dengan baik di Flying Star," ujarnya.

Untuk mereka yang memiliki kemampuan secara financial, kata Crissinda, dikenai biaya penitipan. Ditegaskannya, uang tersebut akan digunakan untuk mensubsidi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

"Subsidi silang, ditambah lagi dari usaha catering. Saat ini ada sekitar 20 anak dari keluarga yang tidak mampu dibimbing di Flying Star," ucap Crissinda.

Teddy Yulianto mengatakan meski gratis, anak-anak tersebut mendapat pendidikan dan fasilitas yang terbaik. Dengan bangga Teddy menyebutkan anak-anak tersebut telah mahir berbahasa Inggris.

"Ketika sedang ada fi Flying Star, mereka komunikasinya menggunakan bahasa Inggris. Kenapa kami menerapkan seperti itu? Karena bahasa Inggris harus dipraktikkan dalam keseharian kita. Di rumah, mereka belum tentu berbicara dengan bahasa Inggris," jelas caleg DPRD DKI Dapil Jaksel dari PPP ini.

Tidak hanya diajarkan bahasa Inggris. Di Flying Star anak-anak tersebut juga difasilitasi dan digali bakatnya. Teddy menyebut di tempatnya ada fasilitas bermusik dan kolam renang untuk anak-anak tersebut.

Sedangkan untuk gurunya berjumlah 10 orang. Dia memastikan para pengajar tersebut dari kalangan profesional dan bersertifikat.
"Untuk guru musiknya kami melibatkan pemusik jalanan. Saya apresiasi terhadap kepedulian mereka dalam hal pendidikan ini," tutur dia.

Menurutnya, rencananya Desember 2018 nanti, pihaknya akan launching program Aksara Gratis. Dijelaskannya, program ini menggunakan channel di YouTube.

"Dengan memanfaatkan teknologi internet, kita berusaha mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk mewujudkan itu, kita harus persiapkan anak-anak sedini mungkin," pungkasnya.

(jpg/bin/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up