JawaPos Radar

Rupiah Ambruk ke Rp15 Ribu per USD, Begini Penjelasan Gubernur BI

03/10/2018, 19:59 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Rupiah Ambruk ke Rp15 Ribu per USD, Begini Penjelasan Gubernur BI
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus mengalami pelemahan. Kurs referensi Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah hari ini berada di level Rp 15.088 per USD. Menanggapi hal itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan ada tiga faktor yang jadi penyebab nilai tukar ambruk ke level Rp 15 ribu.

Pertama, pola pertumbuhan ekonomi global terjadi tidak merata. Hal itu berbanding terbalik di beberapa tahun silam saat semuanya tumbuh merata. "Nah mulai tahun ini memang hanya Amerika yang naik, sementara negara lain yaitu apakah Eropa, Jepang, Tiongkok, banyak negara yang turun. Hanya Amerika yang naik," ujarnya di DPR, Jakarta, Rabu (3/10).

Kedua, lanjutnya, Negeri Paman Sam terus menaikkan suku bunga acuannya. Kenaikan itu masih akan terjadi mengingat Bank Sentral AS, The Fed, masih memiliki ruang untuk menaikkannya.

Rupiah Ambruk ke Rp15 Ribu per USD, Begini Penjelasan Gubernur BI
Gubernur Bank Indonesia Perry Wardiyo (Dok.Jawa Pos)

Akibatnya, sejumlah investor mulai menarik dananya dari negara-negara berkembang untuk dibawa ke AS. "Itu menyebabkan kenapa memang seluruh dunia mengalami tekanan nilai tukar tidak hanya karena dolar strong tapi juga aliran modal yang deras," jelas dia.

Penyebab terakhir, kata Perry, dipicu oleh perang dagang Tiongkok dan AS. Hal itu membuat tekanan ekonomi global kian sulit diprediksi.

"Ini tiupan angin tambah kencang tapi sulit diprediksi. Kalau yang 2 itu bisa lihat perkiraan seperti apa dan merespons. Ketiga (faktor) ini kita harus terus lakukan medical checkup," pungkasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up