JawaPos Radar

Seorang Pria Bakar Pelajar di Pekanbaru Karena Inginkan Handphone

03/10/2018, 18:59 WIB | Editor: Budi Warsito
Seorang Pria Bakar Pelajar di Pekanbaru Karena Inginkan Handphone
(kiri ke kanan) Direktur Reserse Umum Polda Riau Kombes Hadi Purwanto, Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dan Kasubdit III Jatanras Kompol Gunar Rahadiyanto, ekspos pengungkapan kasus pembunuhan pelajar SMA di Mapolda Riau, Rabu (3/10). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Seorang pelajar di Pekanbaru tewas dengan mengenaskan. Jasad korban yang merupakan seorang pelajar di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta itu hangus terbakar. Korban yang diketahui bernama Rizky Aprianto, 20 itu ternyata tewas karena dibunuh. Sebelum dibakar, korban dibunuh dengan cara dipukul.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, Kombes Hadi Purwanto mengatakan, pihaknya sudah menangkap terduga pelaku. Ialah Merki, 36, warga Jalan Sidorukun, Kelurahan Bandar Raya, Kecamatan Payung Sekaki.

"Kita menangkap pelaku kurang dari 24 jam setelah korban ditemukan," ungkap Hadi, Rabu (3/10).

Insiden nahas itu, terjadi di rumah pelaku yang berada di Jalan Sidorukun. Bermula ketika korban baru pulang dari sekolahnya, Senin (10/9). Waktu itu, korban pulang lebih cepat dengan alasan tidak enak badan. "Pelaku lihat korban di jalan. Terus dipanggil pelaku dan diajak masuk ke pondoknya," katanya.

Di dalam pondok itu, pelaku yang bekerja sebagai petani ini mencecar korban dengan pertanyaan. Namun, korban enggan menjawabnya dan memilih diam. "Pelaku emosi kemudian memukul korban dari belakang dengan balok kayu. Setelah itu korban tak sadarkan diri," jelasnya.

Karena kalut, pelaku kemudian berinisiatif untuk membakar korban. Tujuannya untuk menghilangkan jejak. "Jadi korban dibakar dan dikubur. Antara pelaku dengan korban ini tidak saling mengenal," kata dia.

Setelah korban dikubur pelaku di kebun sawit, pelaku kemudian melarikan diri membawa barang-barang milik korban. Diantaranya, handphone dan sepeda motor. "Handphone korban dijual ke keponakannya sebesar Rp 500 ribu. Sedangkan motor dicincang pelaku tujuannya untuk dijual tapi tidak laku," bebernya.

Setelah peristiwa itu, pelaku kemudian melarikan diri. Namun persembunyiannya akhirnya terendus polisi setelah tulang belulang korban ditemukan, Senin (1/10). "Pelaku diamankan malam setelah penemuan itu. Ditangkap di daerah Tapung, Kampar," ujarnya.

Pelaku mengaku kalau aksi kejinya itu dilakukannya murni untuk menguasai barang milik korban. "Antara pelaku dengan korban tidak saling mengenal. Murni ingin menguasai handphone milik korban," jelasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat (3) tentang pencurian dengan kekerasan. "Ancaman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up