JawaPos Radar

Nyaru Jadi Polisi, Seorang Kuli Rampas Ponsel dan Cabuli Korbannya

03/10/2018, 18:32 WIB | Editor: Budi Warsito
Nyaru Jadi Polisi, Seorang Kuli Rampas Ponsel dan Cabuli Korbannya
Polisi menujukkan sejumlah barang bukti yang disita dari tersangka. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Unit Jatanras Polrestabes Surabaya membekuk Mustofa Fadli alias Doji,36, warga Jalan Babatan, Gang III E, Nomer 23, Wiyung, Surabaya. Fadli ditangkap usai merampas ponsel dan mencabuli korbannya di belakang SMPN 34 Surabaya, Senin lalu (24/9).

Penangkapan terhadap Fadli dilakukan setelah korbannya, NR, 18 melaporkan tindakan pelaku. Tanpa menunggu lama, polisi yang mengantongi ciri fisik dan kendaraan milik tersangka bernopol P 2016 ES langsung melakukan penyelidikan dan meringkus Fadli saat akan pulang ke rumah istri sirinya di Babatan.

Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, AKP Agung Widoyoko mengatakan, tersangka sempat melawan dan mencoba kabur saat akan ditangkap. Namun, pihaknya dapat menggagalkan hal itu dengan menghadiahi timah panas di betis kanan Fadli.

Nyaru Jadi Polisi, Seorang Kuli Rampas Ponsel dan Cabuli Korbannya
Polisi menujukkan sejumlah barang bukti yang disita dari tersangka. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

"Tertangkapnya saat tersangka pulang ke rumah istri siri di Jalan Babatan. Namun, tersangka yang bekerja sebagai kuli itu sempat melarikan diri dan melawan. Terpaksa kami lumpuhkan," kata Agung di Mapolrestabes, Rabu (3/10).

Atas penangkapan tersebut, Agung menyatakan, kasusnya dalam tahap penyidikan. Namun, beberapa fakta berhasil dikorek dari interogasi terhadap tersangka.

Agung mengatakan, tersangka sering melakukan tindak kejahatan. Dalam aksinya, dia selalu beraksi sendirian. Dia selalu menyasar tempat sepi. Terutama di sekitar waduk Universitas Negeri Surabaya di Jalan Lidah Kulon.

Usai mendapat sasaran, tersangka mendekati dan menakut-nakuti korban dengan mengaku sebagai anggota Polda Jawa Timur. Fadli menggunakan pistol mainan (korek api) untuk menakut-nakuti korban.

Saat berhasil menakuti korban, tersangka lalu merampas ponselnya. Karena korbannya pasangan yang sedang pacaran, tersangka menyuruh korban laki-laki membeli rokok ditempat yang agak jauh.

"Lalu, Fadli mencabuli korban perempuannya. Sudah sempat telanjang dan akan ditindih tersangka. Tapi tersangka kabur karena melihat ada pengendara motor yang kebetulan melintas," jelas Agung.

Sementara itu, Mustofa mengaku sudah 3 kali beraksi. Dirinya, memang menyasar pasangan yang sedang asyik pacaran di tempat sepi diatas pukul 20.00 WIB. Terutama di sekitar waduk kampus Unesa tersebut.

Namun, Fadli mengaku baru kali pertama mencoba mencabuli korban. Pada dua aksi sebelumnya, Fadli mengaku hanya mengincar ponsel korban.

"Saya ngaku anggota Polda Jatim. Saya tunjukkan pistol. Pura-pura akan saya bawa ke kantor. Trus korban minta damai. Lalu, korban kasih ponselnya kepada saya," aku Fadli.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up