JawaPos Radar

Wali Kota Kendari dan Ayahnya Dituntut 8 Tahun Penjara

03/10/2018, 18:28 WIB | Editor: Kuswandi
Andriatma Dwi Putra
Mantan Wali Kota Kendari Andriatma Dwi Putra dan Asrun Ayahnya, saat menjalani sidang perkara yang melilitnya di PN Tipikor Jakarta (Ridwan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Wali Kota Kendari nonaktif Adriatma Dwi Putra dan ayahnya Asrun dengan hukuman delapan tahun penjara. Keduanya disebut menerima suap sebesar Rp 6,8 miliar.

"Meminta majelis hakim agar menuntut delapan tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan," kata Jaksa KPK Ali Fikri saat membacakan tuntutan di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (3/10).

Selain itu, jaksa menuntut hak politik keduanya selama tiga tahun. Itu dipenuhi ketika keduanya usai menjalani masa tahanan.

Jaksa meyakini ‎Adriatma dan Asrun telah menerima suap Rp 6,8 miliar dari Direktur PT Sarana Bangun Nusantara, Hasmun Hamzah. Uang suap itu diberikan agar Adriatma dan Asrun memenangkan proyek lelang perusahaan Hasmun Hamzah dalam pembangunan gedung DPRD Kota Kendari, hingga jalan Bungkutoko Kendari New Port.

Asrun juga sebelumnya merupakan mantan Wali Kota Kendari, kemudian diteruskan Adriatma. Bahkan Asrun sempat mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam Pilkada 2018.‎

Adriatma ‎dan Asrun diyakini jaksa melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No 30 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up