JawaPos Radar

Soal Penjarahan, Kepala BIN Sebut Situasi Sudah Terkendali

03/10/2018, 18:19 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Soal Penjarahan, Kepala BIN Sebut Situasi Sudah Terkendali
Kepala BIN Budi Gunawan bersama korban gempa dan stunami di Palu, Sulteng (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah terus melakukan bantuan terhadap korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Termasuk, berhasil menangani dengan baik insiden penjaraha yang dilakukan segelintir oknum.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mengatakan, saat ini situasi sudah terkendali. Aparat dan pemerintah bekerja sama untuk menanganinya.

"Alhamdulillah, kita semua harus bekerja sama agar semakin tercipta suasana yang kondusif,” kata BG, biasa Budi Gunawan disapa, di Palu, Rabu (3/10).

BG menambahkan, penjaraha terjadi karena warga panik kehabisan makanan. Dia pun menjamin pemerintah akan mengganti kerugian.

"Masih ada satu dua dan itu sudah kami catat. Kemarin hasil rapat mendagri dan menko perintahkan aparat mencatat setiap kerugian akan ditanggung. Akan diganti pemerintah. Situasi sudah bisa ditangani," ungkap BG.

Dia pun meyakini warga akan mampu menghadapi musibah besar. Indonesia, kata dia, sudah ada pengalaman dua kali di Aceh dan Padang. Juga di Lombok hingga terakhir di Palu, Donggala dan sekitarnya.

"Kita bangsa yang besar dan kuat punya kemampuan survival yang kuat. Yang terpenting kita punya semangat untuk segera pulih dan bangkit kembali," tambah BG.

Perihal bantuan yang terlambat sampai di lokasi, BG menilai hal itu disebabkan transportasi. Dia menjamin situasi pulih dalam beberapa hari ke depan.

"Yang belum dapat bantuan karena terkendala tranportasi. Lewat laut paling cepat dua hari. Udara landasan pacu juga terganggu. Presiden akan cek setiap saat," ujarnya dilansir JPNN (Jawa Pos Group).

BG juga menilai warga yang meninggal dunia harus dikubur secepatnya.

"Akses menuju ke sana (Petabo) cukup sulit. Sudah ada penguatan yang datang perjalanan darat, alat berat. Kami juga pikir penguburan massal jenazah yang sudah terkumpul untuk menghindari tertular penyakit yang tidak diharapkan," kata BG.

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up