JawaPos Radar

Besok, Penyuap Politikus Golkar Eni Saragih Jalani Sidang Perdana

03/10/2018, 18:13 WIB | Editor: Kuswandi
Johannes Budisutrisno Kotjo
Pemegang saham Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo, saat akan ditahan (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penyuap Eni Saragih sekaligus pemegang saham Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo, direncanakan akan menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (4/10) besok. Ihwal adanya hal ini dikatakan juru bicara KPK Febri Diansyah.

"Besok direncanakan persidangan pertama untuk terdakwa Johannes Kotjo yang sudah kami proses usai tangkap tangan dilakukan beberapa waktu yang lalu," ungkap Febri Diansyah pada awak media, Rabu (3/10).

Mantan aktivis ICW ini menuturkan, dalam proses persidangan yang akan digelar besok, akan diuraikan secara rinci bagaimana kronologis pemberian duit suapa yang diduga dilakukan Kotjo.

"Jadi persidangan Kotjo besok (4/10) akan diuraikan bagaimana kronologis yang lebih utuh ya," tukasnya.

Selain kronologis, Febri menjelaskan akan ada beberapa hal yang akan dibuktikan dalam proses persidangan nanti, yakni mengenai proses pembahasan, penunjukkan perusahaan dan konstruksi kerjasama PLTU Riau-1.

"Karena penyidikannya sudah selesai, di persidangan nanti akan kami buktikan juga siapa saja yang bertemu bagaimana proses pembahasannya, konstruksi kerja sama konsorsium di proyek PLTU Riau1, termasuk juga tentang penunjukan perusahaannya di sana kami akan uraikan lebih lanjut," jelasnya.

Saat disinggung apa akan membuktikan perihal aliran dana yang mengalir ke Partai Golkar dalam persidangan Kotjo, pria jebolan UGM ini meminta media dan publik bisa mengawal sidang tersebut.

"Saya belum tahu ya, tapi yang pasti besok kita dengar saja bersama-sama. Kan dakwaan baru besok dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum," imbuhnya.

Kendati demikian, dia tak membantah pihaknya memang tengah menelusuri aliran dana terkait pembiayaan kegiatan Partai Golkar. Karena menurutnya, penyidik tak hanya berfokus pada tersangka saja, melainkan mengalir kemana saja aliran dana suap proyek PLTU Riau-1 ini.

"Itu sudah kami dalami dalam proses pemeriksaan. Kalaupun nanti tidak semua fakta diuraikan di dakwaan, tentu di rangkaian proses pemeriksaan persidangan akan ada pembuktian yang akan kami konfirmasi lebih lanjut," pungkasnya.

Untuk diketahui, KPK sudah menetapkan tiga orang dalam kasus suap kerjasama proyek PLTU Riau1 sebagai tersangka. Mereka yakni, Eni Maulani Saragih (EMS) yang merupakan anggota Komisi VII DPR RI dan Johannes Buditrisno Kotjo (JBK) yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Belakangan KPK menetapkan Mantan Menteri Sosial sekaligus Politikus Golkar Idrus Marham sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up