JawaPos Radar

Alat Deteksi Tsunami Hilang, Polisi: Solar Cell Saja Dikira Cermin

03/10/2018, 17:37 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Alat Deteksi Tsunami Hilang, Polisi: Solar Cell Saja Dikira Cermin
Alat detaksi dini tsunami hilang karena ketidaktahuan warga. (Picture-Alliance)
Share this image

JawaPos.com - Alat pendeteksi tekanan gelombang laut dan tsunami atau Buoy perairan Donggala, Sulawesi Tengah hilang dicuri pihak tak bertanggung jawab. Tindakan vandalisme dan pencurian tersebut, akibat ketidakpahaman masyarakat mengenai fungsi benda penting untuk mengirim pesan dini adanya gempa dan tsunami itu.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membenarkan jika benda tersebut hilang dicuri. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait dengan aksi pencurian tersebut.

"Beberapa waktu lalu informasi tentang hilangnya Buoy sudah diinfokan BNPB. Masyarakat tidak paham bahwa itu benda penting (pendeteksi gempa)," ujarnya saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (3/9).

Alat Deteksi Tsunami Hilang, Polisi: Solar Cell Saja Dikira Cermin
Infografis gempa Sulawesi Tengah (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Tidak hanya Buoy, benda terapung di laut lain seperti solar cell pun banyak yang hilang. Masyarakat mengambil solar cell biasanya digunakan sebagai cermin.

"Solar cell dikira cermin jadi diambil oleh warga. Jadi, perlu pembelajaran kepada masyarakat terutama nelayan untuk menjaga alat-alat yang berfungsi untuk kepentingan umum. Ini penting sekali," kata Setyo.

Belajar dari pengalaman tersebut, pemerintah melalui Kemenkominfo sedang membangun alat pendeteksi gelombang dan tsunami yang lebih canggih. Alat tersebut, kata dia, berupa fiber optic yang tertanam di dasar laut. Sehingga, kemungkinan alat yang berfungsi sangat vital itu kemungkinan dicuri atau dirusak sangat kecil.

"Ke depan, tak pakai Buoy lagi, tapi pakai fiber optic. Sehingga sulit dirusak atau dicuri," ujarnya.

Kendati demikian, Polri melalui Ditpolair tetap akan menyelidiki hilangnya Buoy di perairan tersebut. Karena hilang, gempa dan tsunami Donggala dan Palu tidak bisa terdeteksi lebih awal.

"Polri masih melakukan penyelidikan hilangnya Buoy itu. Tetap diselidiki kenapa bisa hilang," tegas Setyo.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up