JawaPos Radar

Rizal Ramli Sebut Mantan Bos BI Pernah Dilobi IMF Untuk Bantah Jokowi

03/10/2018, 17:32 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Rizal Ramli Sebut Mantan Bos BI Pernah Dilobi IMF Untuk Bantah Jokowi
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli (Charlie/Indopos/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pernyataan kontroversial diucapkan oleh mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. Dia menyebut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dilobi oleh Internasional Monetary Fund (IMF) yang membuatnya tidak mengikuti saran Presiden Jokowi.

Pernyataan itu muncul saat Rizal Ramli memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Fraksi Partai Golkar di Ruang KK I, DPR, Jakarta, Rabu (3/10).

Awal mula pernyataan itu muncul saat Rizal Ramli menyinggung tentang soal pelemahan nilai tukar Rupiah hingga Rp 15 ribu yang salah satunya disebabkan karena pemerintah lambat mengambil kebijakan soal devisa hasil ekspor (DHE).

Dalam kesempatan itu, Rizal Ramli menceritakan pada dua tahun silam saat masih menjabat sebagai Menko Maritim. Dalam sidang kabinet, dia mengusulkan agar seluruh DHE wajib masuk ke dalam negeri. Hal itu dilakukan agar kecukupan Dolar AS dapat terpenuhi.

"Jadi kalau badan kita mau sehat, seluruh pendapatan ekspor harus masuk ke dalam sistem yang sangat bebas ini nggak bagus. Indonesia menjadi rentan terhadap orang kabur dan sebagainya. Kami sarankan kita wajibkan semua eksportir kita untuk masukkan hasil ekspornya ke sistem perbankan kita," ujarnya.

Selanjutnya, upaya itu ditindaklanjuti dengan melakukan rapat bersama Agus Martowardojo, Menteri Keuangan pada saat itu Bambang Brodjonegoro, serta Menko Perekonomian Darmin Nasution di kantor Bank Indonesia.

"Kami dorong kita harus wajibkan dulu Thailand sama seperti kita, yang masuk ekspornya hanya 5 persen, sisanya disimpa di luar negeri. 10 tahun yang lalu Thailand mewajibkan seluruh (hasil) ekspor harus masuk ke sistem Thailand, memang butuh waktu lama nggak sekaligus. Tapi hari ini 95 persen dari (devisa hasil) ekspor Thailand masuk ke dalam sistem," jelasnya.

"Itu yang menjelaskan kenapa ekonomi Thailand relatif stabil, nggak kayak kita Fed naik sedikit anjlok," tambahnya.

Secara tiba-tiba, kata Rizal, kesepakatan itu berubah. Dia menyebut Agus Martowardojo menyetujui masukan dari Presiden Jokowi agar bisa mengikuti sarannya. Alhasil, hingga saat ini, dia menyebut upaya untuk menarik DHE ke dalam negeri jalan di tempat. Dampaknya, pemerintah ketar-ketir saat Rupiah terus melemah.

"Pada waktu itu saya buka saja disini, Bambang sudah setuju, Mirza sudah setuju, Agus dilobi sama IMF mungkin, Bank Dunia kan nggak setuju, nah dilobi sama yang punya duit. Jadi hilang begitu saja. Padahal presiden sudah perintahkan, ikuti saran pak Ramli," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up