JawaPos Radar

Cerita Ratna Diduga Jatuhkan Jokowi, Prabowo dan Sandiaga Dipolisikan

03/10/2018, 17:20 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Cerita Ratna Diduga Jatuhkan Jokowi, Prabowo dan Sandiaga Dipolisikan
Aktivis Ratna Sarumpaet dikabarkan dipukuli orang tidak dikenal ternyata hoax (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sejumlah politikus dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Komunitas Pengacara Indonesia Pro Jokowi (Kopi Pojok). Mereka diduga melakukan ujaran kebencian mengenai kasus Ratna Sarumpaet.

Farhat Abbas yang tergabung dalam komunitas tersebut mengatakan ada 17 orang yang dia laporkan. Salah satunya calon presiden Prabowo Subianto.

"Kami melaporkan tujuh belas tokoh nasional serius dan calon presiden," kata dia di Bareskrim Jakarta, Rabu (3/10).

Cerita Ratna Diduga Jatuhkan Jokowi, Prabowo dan Sandiaga Dipolisikan
Ilustrasi cerita kebohongan Ratna Sarumpaet (Ropiah Drajat/ JawaPos.com)

Mereka diantaranya, Prabowo Subianto, Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Rachel Maryam, Rizal Ramli dan Nanik Deang. Kemudian Ferdinand Hutahaean, Arief Puyono, Natalius Pigai, Fahira Idris, Habiburokhman dan Hanum Rais.

Dia juga melaporkan Said Didu, Eggy Sudjana, Captain Firdaus, Dahniel Azar Simanjuntak dan Sandiaga Uno.

Farhat mengatakan, berita bohong mengenai penganiayaan Ratna yang disebar sangat merugikan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dia menilai ada konspirasi dan permufakatan jahat untuk menjatuhkan Jokowi melalui pemberitaan ini.

"Cerita ini dimanfaatkan Prabowo dan Amien sebagai kampanye hitam menjatuhkan calon presiden saya nomor satu," tegasnya.

Dia menyinggung harusnya Prabowo teliti. Namun Prabowo malah membuat konferensi pers bersama Amien Rais untuk menggiring opini kasus Ratna adalah kasus pelanggaran HAM.

"Sementara Fadli mengatakan semua pasti ada kaitan dengan politik. Dianiaya karena Jurkam Prabowo. Padahal yang dianiaya tidak ada. Seolah-olah ini rezim diktator," sebut Farhat.

Begitu pula dengan Sandiaga Uno. Harusnya dia juga teliti dan mengecek kembali keterangan yang Ratna sampaikan. "Sandiaga bilang sudah melihat foto Pak Prabowo. Nah, Calon Wakil Presiden harus berpikir baik kan," imbuhnya.

Atas dasar itu, Farhat meminta agar pihak Kepolisian segera memproses laporannya. Terlebih, sudah ada pengakuan dari Ratna bahwa dia telah berbohong dan mengarang cerita pemukulan.

Dalam laporannya, Farhat membawa sejumlah bukti. "Kami bawa video rekaman Prabowo wawancara Sandiaga Uno, Twitter Fadli Zon dan Rachel Maryam dan lain-lain sebagai bukti," imbuhnya.

Laporan Farhat pun diterima dengan nomor nomor STTL/1007/X/2018/BARESKRIM.

(dna/JPC)

Alur Cerita Berita

Polisi Bakal Periksa Ratna Sarumpaet 03/10/2018, 17:20 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up