JawaPos Radar

New York Times Klaim Donald Trump Lakukan Penggelapan Pajak

04/10/2018, 05:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
trump, penggelapan pajak, pajak,
Trump membantu ayahnya merancang skema untuk mengemplang pajak. New York Times menulis setelah investigasi selama satu tahun, Trump mendapat ratusan juta dolar dari ayahnya (AFP)
Share this image

JawaPos.com - Trump membantu ayahnya merancang skema untuk mengemplang pajak. New York Times menulis setelah investigasi selama satu tahun, Trump mendapat ratusan juta dolar dari ayahnya. Harian New York Times (NYT) menerbitkan sebuah laporan investigasi hari Selasa (2/10) yang menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump pada masa mudanya turut merancang skema pajak ilegal.

Dia menerima warisan dari ayahnya sampai 400 juta dolar tahun 1990-an. Harta itu seharusnya dikenakan pajak, namun keluarga Trump menghindari pembayaran pajak dengan membuat perusahaan bayangan. NYT menulis, apa yang dilakukan keluarga Trump adalah ilegal dan merupakan bentuk "penipuan langsung".

Laporan itu mencoreng citra Donald Trump yang hingga kini menyatakan, dia hanya menerima pinjaman sekitar satu juta dolar dari ayahnya Fred Trump dan kemudian berhasil melipatgandakan hartanya melalui strategi bisnis yang jitu.

trump, penggelapan pajak, pajak,
Harian New York Times (NYT) menerbitkan sebuah laporan investigasi hari Selasa (2/10) yang menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump pada masa mudanya turut merancang skema pajak ilegal (BBC)

Investigasi dokumen pajak selama setahun

Sejak masa kecil sampai masa mudanya, Donald Trump menerima sedikitnya 413 juta US Dolllar dari harta kekayaan real estat ayahnya. Donald Trump dan saudara-saudaranya selalu membantu ayah mereka menghindari pajak dengan merancang skema pajak yang meragukan. Antara lain dengan mendirikan perusahaan palsu, mengambil fasilitas potongan pajak yang tidak tepat dan melaporkan nilai harta real estat yang jauh lebih kecil kepada otoritas pajak AS.

Orangtua Donald Trump disebut mentransfer lebih dari 1 miliar dolar AS kepada anak-anaknya. Hadiah semacam itu seharusnya terkena pajak sedikitnya 550 juta dolar. Namun keluarga Trump melalui berbagai manipulasi hanya membayar pajak sekitar 52,2 juta dolar, atau sekitar 5 persen dari tagihan pajak yang seharusnya mereka bayar.

Investigasi harian New York Times yang dilakukan selama setahun ini mencakup lebih dari 100.000 halaman dokumen pajak dari kerajaan bisnis Fred Trump, termasuk juga dokumen pengembalian pajak. Dokumen-dokumen yang diteliti berasal dari sumber publik, catatan-catatan rahasia dan wawancara dengan mantan karyawan dan penasehat keluarga Trump.

Terancam penyelidikan dan denda

Laporan NYT itu dapat memicu penyelidikan lebih lanjut oleh otoritas pajak ke dalam praktik pajak keluarga Trump di masa lalu. Jika terbukti ada penipuan pajak, keluarga Trump bisa terkena denda tinggi, kata surat kabar kenamaan Amerika itu mengutip para ahli pajak.

Namun Gedung Putih membantah pemberitaan NYT dan menyebutnya sebagai "serangan menyesatkan terhadap keluarga Trump". Gedung Putih juga mengkritik koran dan media lainnya yang terus-menerus "menyerang" presiden dan keluarganya. Juru bicara pemerintah Sarah Sanders menambahkan, otoritas pajak AS telah "memeriksa dan menandatangani semua transaksi."

"Semua hadiah sudah dimuat dengan benar dan pajak yang perlu dibayar sudah dibayarkan," kata saudara Donald, Robert Trump dalam sebuah pernyataan yang dimuat di NYT. Robert Trump mengatakan, baik otoritas pajak nasional maupun negara bagian sudah menutup kasus pajak orang tuanya.

"Tuduhan New York Times tentang penipuan dan penghindaran pajak adalah 100 persen salah, dan sangat mencemarkan nama baik," kata pengacara Donald Trump, Charles Harder, dalam sebuah pernyataan. "Tidak ada penipuan atau penghindaran pajak oleh siapa pun. Fakta yang mendasari tuduhan-tuduhan palsu itu sangat tidak akurat."

Donald Trump secara konsisten mengklaim bahwa dia membangun kerajaan real estatnya sendiri dengan bantuan keuangan minimal dari ayahnya. Donald Trump selalu menggambarkan dirinya sebagai "self-made business man", juga selama kampanye pemilu presiden.

Namun berbeda dengan presiden-presiden AS sebelumnya, Donald Trump hingga kini menolak mempublikasi dokumen-dokumen pajaknya. Banyak orang yang dekat dengan Trump, termasuk mantan pengacaranya Michael Cohen dan mantan manajer kampanyenya Paul Manafort, telah dihukum karena penipuan pajak.

hp/as (rtr, afp, ap)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up