JawaPos Radar

Padang Dibanjiri Wajah Jokowi-Ma'ruf, Pengamat Bilang Begini

03/10/2018, 17:08 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Padang Dibanjiri Wajah Jokowi-Ma'ruf, Pengamat Bilang Begini
Salah satu baliho Jokowi-Ma'ruf terpajang di simpang tiga Sawahan, Kota Padang. (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Usai KPU RI menabuh genderang kampanye Pilpres 2019, sejumlah baliho dua pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden mulai menghiasi sejumlah titik di daerah Sumatera Barat (Sumbar).

Dari semua daerah, Kota Padang paling mencolok. Jalanan kota dibanjiri baliho paslon. Menariknya, paling banyak terpampang di beberapa ruas jalan Kota Padang adalah baliho Capres Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sedangkan baliho paslon Prabowo-Sandiaga Uno nyaris belum tampak di pusat ibu kota Provinsi tersebut.

Dari pantauan, baliho Jokowi-Ma'ruf tampak terpajang di kawasan Simpang Empat Alai, jalan masuk Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Baliho Jokowi-Ma'ruf bertuliskan 'Bersih, Merakyat, Kerja Nyata' itu juga terpampang di simpang tiga Sawahan dan sejumlah titik lainnya di Kota Padang.

"Ya, Sumbar dan Padang khususnya sudah dibanjiri baliho Jokowi-Ma'ruf," kata Bustami, 52, salah seorang warga di Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Rabu (3/10).

Menurut Bustami, keberadaan baliho sedikit banyaknya membantu warga menentukan pilihannya di Pilpres 2019 mendatang. Pajangan gambar tersebut sangat berarti bagi warga yang jarang menonton televisi dan membaca berita.

"Kedua calon presiden kita orang-orang hebat. Tapi saya tetap yakin yang menang di Sumbar Pak Prabowo," katanya melempar senyuman ringan.

Pengamat politik Sumbar Najmudin Rasul turut mengamati pergerakan kampanye politik menjelang Pilpres 2019. Ia memandang yang dilakukan tim dengan memajang banyak baliho Jokowi-Ma'ruf adalah upaya baik untuk mengenalkan sosok kandidat pemimpin.

"Itu bagus. Tapi, warga Sumbar tak sekadar melihat baliho. Mereka (warga Sumbar) butuh realisasi janji presiden saat kampanye 2014 silam," kata Dosen Universitas Andalas (Unand) itu.

Menurut Najmudin, orientasi masyarakat memilih presiden ke depan lebih didasari faktor tentang siapa yang memiliki visi-misi jelas dan terukur. Lalu, pemimpin yang betul-betul memiliki konsep ekonomi jelas.

"Rakyat sudah cerdas. Silakan berkompetisi dengan gagasan jelas dan terukur," bebernya.

(ce1/rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up