JawaPos Radar

Usai Gempa dan Tsunami, Sulteng Terjadi 362 Gempa Susulan

03/10/2018, 16:55 WIB | Editor: Kuswandi
Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Rabu (3/10) pukul 07.00 WIB, terjadi 362 kali gempa bumi susulan pascagempa 7,4 skala richter (SR) yang mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) lalu. Namun, dari jumlah gempa susulan tersebut, hanya ada 12 gempa yang dirasakan oleh warga.

"Gempa susulan masih terus terjadi. Sampai hari ini pukul 07.00 WIB, terjadi gempa susulan 362 kali, sedangkan gempa yang diraskan 12 kali," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jalan Raya Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (3/10).

Sutopo menjelaskan, gempa besar pasti akan diikuti oleh gempa susulan. Hal itu merupakan proses penyeimbangan yang normal.

Kendati terjadi gempa susulan secara terus-menerus, gempa susulan yang terjadi di Palu dan Donggala menunjukkan tren yang menurun. "Trennya terus menurun," papar Sutopo.

Oleh karena itu, Sutopo berharap ke depannya tidak ada gempa susulan yang kekuatannya lebih besar, dan intensitas gempa susulan dapat terus menurun.

"Mudah-mudahan tidak ada gempa susulan yang lebih besar," pungkasnya.

Sebelumnya, Gempa berkekuatan 7,4 SR melanda sejumlah kawasan Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) lalu. Akibat gempa tersebut, BNPB mencatat, hingga Rabu (3/10) pukul 13.00 WIB, terdapat 1.407 orang meninggal dunia dan 2.459 orang luka berat.

Selain itu, dilaporkan sebanyak 113 orang hilang, 152 orang tertimbun, dan 65.733 rumah rusak berat. Selain itu, tercatat 70.821 warga yang terdampak gempa dan tsunami mengungsi di 141 titik.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up