JawaPos Radar

Diperkirakan Tertimbun Tanah, 300 Orang di Sigi Belum Ditemukan

03/10/2018, 16:51 WIB | Editor: Dida Tenola
Diperkirakan Tertimbun Tanah, 300 Orang di Sigi Belum Ditemukan
Kondisi terkini Kabupaten Sigi, Rabu (3/10) (Sahrul Ramadan/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com– Hingga Rabu siang (3/10), proses evakuasi korban gempa dan tsunami di kabupaten Sigi, Sulawesi Setengah (Sulteng) terus dilakukan. Tim evakuasi gabungan berupaya mencari korban yang masih hidup maupun mengangkat jenazah yang tertimbun tanah. 

Bupati Sigi Muhammad Irwan Lapata menyebutkan, sejauh ini baru 76 jenazah yang ditemukan. Sedangkan sekitar 300 penduduk, masih belum ditemukan. Mereka diperkirakan tersapu gelombang tsunami dan tertimbun lumpur. "Untuk Sigi (korban yang belum ditemukan) sekitar dua sampai tiga ratusan," sebut Irwan di sela-sela kunjungannya meninjau lokasi korban di kecamatan Biromaru dan Petobo. 

Korban yang tertimbun, diduga sempat terjebak dalam pusaran lumpur. Saat tanah terbelah akibat gempa, lumpur muncrat keluar dari sela-sela retakan. Aliran lulmpur itu menenggelamkan hampir seluruh kecamatan yan ada di Sigi.  "Itu ada di beberapa titik. Misalnya ini ada di batas antara kota Palu dan Sigi. Itu perlu lagi penggalian dan evakuasi seperti ini," jelas Irwan.

Kecamatan paling parah terdampak gempa dan tsunami adalah Biromaru dan Petobo. Jaraknya dari Palu sekitar 5 km. Kurang lebih dua ribu kepala keluarga tertimbun. Akses jalan yang putus, membuat kawasan itu hingga saat ini belum tersentuh bantuan. 

Beberapa kecamatan lain yang masih terisolasi antara lain Kulawi, Kulawi Selatan, Marawola, Lindu, Dolo Selatan, Dolo Barat, Gumbasa hingga Salua. Hingga memasuki hari kelima pasca bencana, pemerintah setempat belum bisa berbuat banyak selain tetap bekoordinasi dengan TNI Polri, Basarnas hingga tim gabungan lembaga kemanusiaan lainnya. 

"Sekarang ini persediaan semakin menipis persoalan yang paling mendesak adalah obat-obatan. Kemudian logistik, seperti makanan, beras, air bersih yang seperti itu,” tambahnya. 

Irwan mengatakan, para korban gempa di Sigi untuk sementara membangun tenda-tenda darurat seadanya di lokasi yang cukup kondusif.  Irwan meminta kepada masyarakat agar tetap tenang sambil tetap berkoordinasi agar bantuan untuk warga cepat datang.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, pihaknya mengerahkan kekuatan penuh untuk penyaluran logistik ke lokasi terparah di Sigi. 

"Jadi yang paling dibutuhkan masyarakat adalah beras. Untuk minum cukup. Jadi beras dan bahan makanan lain sangat diperlukan. Termasuk makanan dan kebutuhan bayi," kata Willem.

Pihaknya juga sudah mengutus tenaga medis untuk berangkat ke Sigi. Kendati pelayanan kesehatan di empat kecamatan masih belum bisa dilakukan.

Data terkini BNPB, hingga Rabu, sebanyak 1374 orang meninggal dunia. 133 orang dinyatakan hilang dan yang lainnya disebutkan masih belum berhasil dievakuasi akibat tertimbun material bangunan. 

Data itu, mencakup Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kota Palu. Jumlah itu, diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan proses pencarian korban.

(rul/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up