JawaPos Radar

PPMR Ajak Masyarakat Jaga Nilai Kesantunan Budaya Melayu Riau

03/10/2018, 15:56 WIB | Editor: Yusuf Asyari
PPMR Ajak Masyarakat Jaga Nilai Kesantunan Budaya Melayu Riau
Jelang Pilpres, PPMR mengajak masyarakat Riau menjaga nilai kesantunan Budaya Melayu (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Persebatian Pemuka Masyarakat Riau (PPMR) menghimbau masyarakat tidak melakukan aksi unjuk rasa dan menyebar informasi di media sosial yang meninggalkan nilai kesantunan budaya Melayu Riau. Sebab, hal tersebut berpotensi menimbulkan perpecahan.

Ketua Badan Musyawarah PPMR Agus Ramadhan mengatakan, terlebih prilaku tersebut dilakukan menjelang Pemilu 2019. Dia menegaskan, pihaknya menolak setiap gerakan dan tindakan yang akan mencederai sistem nilai dan marwah negeri Melayu Riau.

"Sistem nilai dan marwah tersebut beradat di bawah payung kebhinnekaan bangsa dan Negara Kesatuan Repukbilk Indonesia dalam rangka pelaksanaan dan dinamika demokrasi yang damai, aman, santun, dan toleran," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (3/10).

Agus menegaskan, pihaknya menolak setiap upaya membuat dan menyebarkan informasi-informasi yang mengandung unsur SARA, fitnah dan penyesatan. Selain itu, informasi yang bersifat provokatif yang berpotensi menimbulkan keresahan dan perpecahan dalam masyarakat Riau.

"Kami mengimbau penegak hukum menindak tegas oknum yang terbukti melakukan tindakan dan kegiatan yang merusak tatanan demokrasi dan nilai-nilai adat budaya Melayu Riau yang identik dengan Islam," kata Agus.

Ketua Umun PPMR Nasrun Effendi menambahkan, pihaknya mengimbau seluruh komponen masyarakat Riau selalu berfikir jernih dalam mencermati kinerja pemerintah. Terutama yang berdampak langsung pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat banyak.

"Kita khawatir akan terganggunya suasana yang kondusif jelang Pilpres dan Pileg 2019 nanti. Sebab sempat terjadi beberapa kejadian seperti persekusi, demonstrasi, dan tersebarnya berita hoax di media sosial," paparnya.

Sementara itu, Saeful Bahri, pemerhati sosial budaya masyarakat Riau sependapat dengan PPMR. Menurutnya, seluruh rakyat mempunyai kesempatan sama menentukan dan menyalurkan hak politiknya dalam mencari pemimpin. Baik nasional maupun daerah.

"Jangan sampai pesta demokrasi terjebak pada terciptanya perpecahan di tingkat masyarakat yang dapat membahayakan tegaknya NKRI dan bhineka tunggal ika," kata Caleg DPR RI nomor urut 3 di dapil Riau II.

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up