JawaPos Radar

Trauma Gempa, Warga Palu dan Donggala Tidur di Garasi dan Halaman

03/10/2018, 15:54 WIB | Editor: Estu Suryowati
Trauma Gempa, Warga Palu dan Donggala Tidur di Garasi dan Halaman
ILUSTRASI Gempa Donggala dan Palu. Hingga kini warga korban gempa dan tsunami masih trauma dan memilih tidur di garasi dan halaman. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Gempa 7,4 SR yang disertai tsunami pada Jumat (28/9) lalu telah melumpuhkan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Bukan hanya Palu dan Donggala yang menjadi titik bencana terjadi. Gempa juga berdampak ke wilayah lain.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar mengatakan, potensi gempa susulan masih rawan terjadi di dua titik tersebut. Tetapi, kekuatan atau magnitudo tidak akan sebesar gempa yang menyebabkan tsunami akhir pekan lalu.

Dia menceritakan, kondisi masyarakat Palu dan Donggala begitu memprihatinkan. Mereka tidak bisa tidur dengan tenang, lantaran dihantui guncangan yang masih kerap terjadi.

"Jadi di wilayah itu saja di Palu dan Donggala kerasanya. Makanya masyarakat sekarang kan tidurnya ada yang di garasi, di halaman, banyaknya di halaman sih, nggak berani masuk ke rumah walaupun rumahnya masih utuh. Masih ada beberapa getaran. Traumatik itu," ujar Rudy di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu (3/10).

Pihaknya pun masih berupaya untuk membantu korban dan para pengungsi bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Saya kira di hari pertama pun saya dapat laporan bisa koordinasi dari kami dengan Dinas ESDM provinsi itu lancar, apalagi dengan satgas di sana, dengan BNPB. Kami akan koordinasi supaya apa yang kami kerjakan itu sesuai dengan yang dibutuhkan," jelasnya.

Kendati demikian, dia meminta masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti segala instruksi pihak-pihak yang berwenang di lokasi. "Kita semua berdoa agar tidak ada lagi gempa besar, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan. Masyarakat juga diminta untuk tetap mengikuti arahan lembaga berwenang dan tidak mempercayai berita yang tidak jelas sumbernya," tutur Rudy.

Berdasarkan data terakhir BNPB, Selasa (2/10) pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak 1.234 orang meninggal dunia yang tersebar di wilayah Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Sementara korban luka berat ada sebanyak 799 orang yang dirawat di rumah sakit.

Kemudian, 99 orang hilang, 152 orang tertimbun, dan pengungsi tercatat 61.867 orang yang tersebar di 109 titik. Selain warga lokal, ada juga warga negara asing (WNA) yang terdampak gempa, yakni berjumlah 122 orang.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up