JawaPos Radar

Ratna Disebut Operasi Plastik, Sandiaga: Percayakan pada Ahlinya

03/10/2018, 15:46 WIB | Editor: Kuswandi
Sandiaga Uno
Sandiaga Uno saat bertemu dengan pendukungnya (Sabik/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kontroversi mengenai kasus dugaan penganiayaan Ratna Sarumpaet mulai menemukan titik terang. Kepolisian memaparkan fakta bahwa aktivis hak asasi manusia (HAM) itu hanya mengalami efek samping akibat bedah plastik.

Menanggapi hal itu, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno enggan berspekulasi terkait kabar bahwa Ratna hanya tengah melakukan perawatan wajah. Dia bilang, spekulasi itu nanti harus dibuktikan oleh kepolisian melalui penyelidikan mendalam.

"Saya bukan ahli, bukan ahli medis. Jadi buat saya serahkan pada para ahli. Sebetulnya ada jawabannya di Kak Ratna sendiri. Kak Ratna yang mengalaminya," ujar Sandiaga Uno di Bumi Aki Pakansari Cibinong Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/9).

Kendati begitu, Sandi melihat peristiwa ini dapat menjadi peringatan bagi bangsa Indonesia yang sedang melakukan pesta demokrasi. Khususnya terkait larangan kekerasan dalam bentuk apapun untuk sampai terjadi lagi apalagi terhadap kaum perempuan.

"Tapi Isu utama adalah jangan kita mentolerir kekerasan terhadap siapapun juga, apalagi terhadap perempuan. Menurut saya itu isu yang kita pastikan tidak akan terulang," terangnya.

Sebelumnya, Kepolisian memastikan tidak ada peristiwa pemukulan yang dialami aktivis Ratna Sarumpaet. Adapun fakta sebenarnya, lebam yang ada di wajah Ratna diduga karena bedah plastik.

Hal itu terungkap setelah Polda Jawa Barat melakukan penyelidikan kemarin. Dari hasil penelusuran Polda Jabar, tidak ada konferensi negara asing di wilayah hukum mereka pada 21 September 2018. Hasil koordinasi dengan otoritas bandara Husein Sastranegara Bandung hingga ke tukang parkir, semuanya mengaku tidak ada peristiwa pengeroyokan.

Data manivest kedatangan maupun keberangkatan atas nama Ratna Sarumpaet pun tidak ada pada 21 September 2018.

Adapun yang berhasil terungkap seperti berikut:

1. Ratna berada di Jakarta pada 21 September 2018. Hal tersebut diketahui melalui nomor handphone Ratna yang aktif di Jakarta pada 20 hingga 24 September 2018.

2. Ratna mengirim sejumlah uang untuk ke Rumah Sakit khusus Bedah Bina Estetika.

Polisi menemukan rekaman transaksi atas nama Ibrahim Fahmi Al Hadi yang notabene anak Ratna. Dia mengirim sejumlah uang kepada ibunya.

Lalu melalui rekeningnya, Ratna mengirimkan kembali uang ke Rumah Sakit khusus Bedah Bina Estetika. Dengan rincian, Rp 25 juta pada 20 September 2018, Rp 25 juta pada 21 September 2018, dan Rp 40 juta pada 24 September 2018.

Dari hasil pengecekan, bagian operasional RS Bina Estetika, Farhan dan Managet Medis RS Bina Estetika, Inggrid membenarkan bahwa Ratna dirawat pada 21-24 September 2018. Ibunda Atiqah Hasiholan itu dirawat dalam rangka operasi plastik.

Dia masuk dirawat pada 21 September pukul 17.00 WIB dan keluar pada 24 September 2018 pukul 21.28 WIB menggunakan taksi.

"Faktanya Ibu Ratna Satumpaet berada di RS Bina Estetika jam lima sore sesuai buku pendaftaran di RS Bina Estetika," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta Karokaro saat menggelar konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/10).

(aim/JPC)

Alur Cerita Berita

Polisi Bakal Periksa Ratna Sarumpaet 03/10/2018, 15:46 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up