JawaPos Radar

‎Hasto: Ini Skenario untuk Dapat Belas Kasihan

03/10/2018, 15:46 WIB | Editor: Imam Solehudin
Sekjen PDIP
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut apa yang dialami Ratna Sarumpaet adalah skenario belaka. (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kepolisian sudah memberikan keterangannya bahwa lebamnya wajah aktivis HAM Ratna Sarumpaet bukan kerena penganiayan. Melainkan operasi plastik di Rumah Sakit khusus Bedah Bina Estetika.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan apa yang dilakukan ‎Ratna Sarumpaet adalah bentuk kebohongan untuk mendapatkan belas kasihan.

"Ini skenario untuk mendapatkan belas kasihan dan kemudian dampak elektoral," ujar Hasto dalam konfrensi pers di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Rabu (3/10).

Menurut Hasto, skenario kebohongan yang dibangun oleh Ratna Sarumpaet tidak berprikemanusiaan. Pasalnya saat ini Indonesia sedang berduka atas bencana gempa bumi dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Selatan. "Maka apa yang dilakukan tersebut sungguh sangat tidak berprikemanusiaan, tidak bisa dibenarkan dalam rasionalitas publik," katanya.

Seharusnya, kata Hasto, saat ini semua pihak fokus kepada bencana di Sulawesi Tengah. Namun semuanya mendadak teralihkan gara-gara Ratna Sarumpaet. "Karena dikotori oleh aspek-aspek politik ini," ungkapnya.

Oleh sebab itu Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin ini mendorong supaya kasus tersebut diproses hukum. Karena banyak pihak yang telah dirugikan akibat kebohongan Ratna Sarumpaet. "‎Dengan de‎mikian tindakan hukum juga merupakan hal ‎wajar, ini juga dilakukan agar tidak terjadi di kemudian hari," pungkasnya.

Adapun pengroyokan Ratna Sarumpaet di sekitaran Bandara Husain Sastranegara adalah tidak benar. Pihak kepolisian sudah memberikan keterangan resminya bahwa Ratna Sarumpaet muka lebamnya bukan akibat pengroyokan. Melainkan hasil operasi plastik.

Kepolisian memastikan tidak ada peristiwa pemukulan yang dialami aktivis Ratna Sarumpaet. Hal itu terungkap setelah Polda Jawa Barat melakukan penyelidikan kemarin.

Dari hasil penelusuran Polda Jabar, tidak ada konferensi negara asing di wilayah hukum mereka pada 1 September 2018. Hasil koordinasi dengan otoritas bandara Husein hingga ke tukang parkir, semuanya mengaku tidak ada peristiwa pengeroyokan.

Data manivest kedatangan maupun keberangkatan atas nama Ratna Sarumpaet pun tidak ada pada 21 September 2018.

Adapun yang berhasil terungkap seperti berikut:

1. Ratna berada di Jakarta pada 21 September 2018. Hal tersebut diketahui melalui nomor handphone Ratna yang aktif di Jakarta pada 20 hingga 24 September 2018.

2. Ratna mengirim sejumlah uang untuk ke Rumah Sakit khusus Bedah Bina Estetika. Polisi menemukan rekaman transaksi atas nama Ibrahim Fahmi Al Hadi yang notabene anak Ratna. Dia mengirim sejumlah uang kepada ibunya.

Lalu melalui rekeningnya, Ratna mengirimkan kembali uang ke Rumah Sakit khusus Bedah Bina Estetika. Dengan rincian, Rp 25 juta pada 20 September 2018, Rp 25 juta pada 21 September 2018, dan Rp 40 juta pada 24 September 2018.

Dari hasil pengecekan, bagian operasional RS Bina Estetika, Farhan fan Managet Medis RS Bina Estetika, Inggrid membenarkan bahwa Ratna dirawat pada 21-24 September 2018. Ibunda Atiqah Hasiholan itu dirawat dalam rangka operasi pelastik.

Dia masuk dirawat pada 21 September pukul 17.00 WIB dan keluar pada 24 September 2018 pukul 21.28 WIB menggunakan taxi.‎(gwn/Gunawan Wibisono)

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up