JawaPos Radar

Sesalkan Pernyataan Prabowo Soal Ratna, Hasto: Mulutmu Harimaumu

03/10/2018, 15:37 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Hasto Kristiyanto
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Indonesia (PDIP) Hasto Kristiyanto mengeluhkan soal kecaman yang dilakukan oleh Prabowo Subianto terkait Ratna Sarumpaet. (jpnn/jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto turut mengecam adanya dugaan penganiayaan yang dialami oleh aktivis hak asasi manusia (HAM) Ratna Sarumpaet. Padahal berdasarkan temuan dari pihak kepolisian, luka lebam yang didapat oleh mertua dari artis Rio Dewanto itu bukan karena adanya penganiayan. Melainkan melakukan operasi plastik.

Menanggapi itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Indonesia (PDIP) Hasto Kristiyanto mengeluhkan soal kecaman yang dilakukan oleh Prabowo Subianto terkait Ratna Sarumpaet.

"Apa pun yang sudah dikeluarkan dari Pak Prabowo itu sudah keluar, sudah disampaikan ke publik. Ingat, mulutmu harimaumu. Kalau dalam tradisi kerajaan nusantara itu ada 'sabda pandita ratu'," ujar Hasto dalam konferensi pers di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Rabu (3/10).

Menurut Hasto, sebelum mengeluarkan statement kecaman sebaiknya Prabowo terlebih dahulu memastikan soal benar atau tidaknya dugaan kasus penganiayan yang menimpa Ratna Sarumpaet itu. 

Bahkan kata Hasto, saat ini muncul opini yang menunjukkan penyerangan itu terjadi di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ya sebagai seorang pemimpin seharusnya melakukan klarifikasi," kata Hasto.

‎Hasto juga menambahkan, akan lebih baik jika Ratna Sarumpaet datang ke polisi kemudian melakukan visum tak lama usai saat kejadian. Sehingga semua pihak bisa ikut merespons untuk bersama-sama perang terhadap tindak kekerasan.

"Apalagi ini atas nama politik itu tidak dibenarkan. Karena politik itu membangun peradaban," pungkasnya.

‎Diketahui, calon presiden Prabowo Subianto mengaku kecewa dan kaget atas insiden yang menimpa Ratna Sarumpaet. Menurut ‎Prabowo, tindakan penganiayaan ini adalah sebuah aksi pengecut lantaran mengeroyok perempuan berusia 70 tahun.

Bahkan Prabowo Subianto mengaku yakin ada motif politik dari penganiayan yang dialami oleh Anggpta Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tersebut. 

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up