JawaPos Radar

Menteri Susi Ajak Ustad Somad Kampanye Makan Ikan

03/10/2018, 15:36 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Menteri Susi Ajak Ustad Somad Kampanye Makan Ikan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berkunjung ke IBS Pekanbaru, Riau, Rabu (3/10). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tahun depan tepatnya pada tanggal 20 Oktober 2019, masa jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan habis. Ia pun menyatakan dalam jelang masa jabatannya habis, ia akan berkeliling Indonesia untuk mengkampanyekan makan ikan.

"Saya berkampanye sekarang ke seluruh pesantren, sekolah dan kelompok masyarakat untuk menyukai makan ikan. Kita harus seperti orang Jepang yang suka makan ikan. Makanya mereka itu pintar-pintar. Kalau sekarang kita di Indonesia, lebih banyak makan nasi daripada ikannya," ujar Susi saat berkunjung ke Islamic Boarding School (IBS) Pekanbaru, Riau, Rabu (3/10).

Di acara yang juga dihadiri oleh Ustad Abdul Somad (UAS), Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, forkopimda, para ulama dan ratusan santri ini, Menteri Susi menyebut makan ikan lebih baik daripada makan daging merah maupun ayam.

"Ikan lebih sehat daripada daging merah karena mengandung protein tinggi, ada omeganga juga. Selain itu, ikan lebih murah daripada daging dan ayam," kata Menteri dari Kabinet Kerja tahun 2014-2019 ini.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar dapat mengawal Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 terkait sektor perikanan tangkap nasional. Sebab, Perpres ini merupakan kedaulatan dan kemenangan nelayan, sehingga pemerintah dapat meningkatkan kembali sektor perikanan.

"Jagalah wilayah bapak. Bangsa Indonesia bukan untuk 10 tahun kedepan. Pemerintah sudah memutuskan asing tidak boleh nangkap di wilayah kita baik modal, kapal maupun orang. Jangan sampai Perpres ini diganti. Masa nangkap ikan minta orang dari luar negeri. Kelewatan toh," tegasnya.

Ia menjelaskan, dalam Perpres Nomor 44 Tahun 2016 tersebut, diatur bahwa investasi asing hanya untuk sektor pengolahan, sementara penangkapan ikan sepenuhnya diserahkan kepada nelayan Indonesia. "Saya mengimbau agar pemerintah dan aparat dapat melindungi nelayan tradisional. Karena ikan di laut Indonesia sepenuhnya milik masyarakat," bebernya.

Meski begitu, ia juga mempertegas tata cara penangkapan ikan yang benar. Yaitu tidak menggunakan alat tangkap yang sudah dilarang. "Seperti cantrang, alat setrum dan trol. Itu kan dilarang karena sudah merusak kekayaan alam bawah laut. Akan mengurangi populasi ikan. Masa nanti kita punya laut biru dan sungai tapi gak ada ikannya lagi. Mau makan apa kita," ujarnya.

Selain itu, Menteri Susi juga mengajak UAS yang merupakan tuan guru dan ulama tersohor di negeri ini untuk ikut mengkampanyekan makan ikan. "Saya juga ajak Ustad Abdul Somad untuk mengkampanyekan makan ikan dan menjaga kedaulatan. Negeri tanpa kedaulatan sama saja tanpa harga diri," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up