JawaPos Radar

Sebarkan Hoax Soal Gempa, Perempuan Ini Diciduk Polda Jatim

03/10/2018, 15:20 WIB | Editor: Dida Tenola
Sebarkan Hoax Soal Gempa, Perempuan Ini Diciduk Polda Jatim
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menunjukkan barang bukti berupa postingan Facebook tersangka yang memuat konten hoax soal gempa. (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Polisi tak main-main memburu pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong soal bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Buktinya, seorang perempuan bernama Uril Unique Febrian, 25, diringkus Unit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim. Uril ditangkap usai mengunggah berita hoax di Facebook.

Di Facebook-nya, Uril memposting bila akan ada gempa dahsyat berkekuatan 9,5 SR di pulau Jawa. Terutama di daerah Bandung Utara dan DKI Jakarta. 

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luky Hermawan menjelaskan, pihaknya masih akan mendalami postingan yang diunggah Uril. Luki sendiri sudah memerintahkan jajarannya agar terus melakukan patroli dunia maya. Terutama memburu berita-berita yang tidak benar soal gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. "Karena, ini kasus berita hoax pertama di Indonesia terkait bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tenggara. Untuk itu, kami akan terus dalami kasusnya," jelas Luky, Rabu (3/10). 

Oleh sebab itu, Luki mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah terpancing dengan pemberitaan di media sosial. "Karena, cyber patrol akan terus memburu informasi dan berita hoax. Jadi, masyarakat jangan termakan hoax," tambah jenderal bintang dua tersebut. 

Di tempat yang sama, Dirreskrimsus Polda Jawa Timur Kombespol Agus Santoso menyatakan, pihaknya sudah mengantongi beberapa fakta. Fakta didapat dari dari hasil penyidikan dan interogasi sementara terhadap tersangka. 

Polisi menduga ada tiga pelaku lain yang terlibat. Saat ini polisi sedang melakukan profiling dan memburu ketiga oknum tidak bertanggungjawab tersebut. 

Fakta kedua, unggahan tersangka sudah tersebar ke lebih dari 3600 akun lain dari pertemenan Facebook. "Untuk sementara yang terdeteksi bahwa informasi hoax itu tersebar melalui pertemanan tersangka di akun Facebook. Tersangka sendiri yang mengunggah sebanyak empat kali unggahan," ungkap Agus. 

Sementara itu, tak banyak komentar yang dilontarkan tersangka. Uril mengaku, dirinya mendapat bahan postingannya dari WhatsApp group. "Selain itu, saya sambung sama artikel dan postingan di internet," akunya.

 

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up