JawaPos Radar

Bukan Delik Aduan, Dahnil Anzar Desak Ratna Sarumpaet Berkata Jujur

03/10/2018, 15:13 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Dahnil Aznar
Dahnil Anzar Simanjuntak selaku Koordinator Juru Bicara capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno mengaku, pihaknya masih berprasangka baik mengenai kesaksian penganiayaan dari Ratna. (Jpnn/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kepolisian telah resmi merilis hasil temuan sementara mengenai dugaan penganiayaan kepada Ratna Sarumpaet. Kasus itu dianggap mengada-ada karena berdasarkan beberapa hasil investigasi menyebut, ibunda artis Atiqah Hasioloan itu tidak mengalami tindak kekerasan.

Merespons hal itu, Dahnil Anzar Simanjuntak selaku Koordinator Juru Bicara capres cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno mengaku, pihaknya masih berprasangka baik mengenai kesaksian penganiayaan dari Ratna Sarumpaet. Karena itu, dirinya meminta koleganya itu berkata jujur mengenai kondisi yang dialaminya. 

"Jadi kami dalam posisi sejak awal berprasangka baik terhadap pengakuan Bu Ratna, dan tentu kami berharap beliau jujur sepenuhnya," kata Dahnil kepada wartawan, Rabu (3/10).

Menurutnya, dari kesaksian yang diberikan Ratna telah membuat pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beserta seluruh figur yang berada dalam badan pemenangan nasional (BPN) prihatin. Sehingga, mereka pun akan membela atas ketidakadilan yang diterima oleh Ratna. 

"Pak Prabowo kan mudah tersentuh dengan penderitaan dan kondisi-kondisi ketidakadilan seperti itu, sehingga beliau tentu memberikan ekspresi yang berusaha membela," ucapnya. 

Karena itu, Dahnil mendesak kepada pihak kepolisian untuk menggali keterangan yang lebih mendalam dari Ratna Sarumpaet. Sebaliknya, dia menyebut, kesimpulan yang diambil oleh kepolisian tanpa meminta keterangan dari Ratna merupakan hal yang janggal. 

Apalagi, lanjut Dahnil, polisi sudah mengakui ini bukan delik aduan. Prosedur normalnya adalah polisi mendatangi korban, memastikan mencari keterangan terkait pengakuan korban tersebut.

"Sama seperti yang kami lakukan, ketika ada gambar-gambar beredar yang menyatakan ada penganiayaan terhadap Bu Ratna, tentu yang kami tanyain adalah Bu Ratna, tadi dengan asumsi berprasangka baik atau praduga tak bersalah terhadap pengakuan dari Bu Ratna," pungkasnya. 

Sebelumnya, kepolisian memastikan tidak ada peristiwa pemukulan yang dialami aktivis Ratna Sarumpaet. Adapun fakta sebenarnya, lebam yang ada di wajah Ratna diduga karena bedah plastik.

Hal itu terungkap setelah Polda Jawa Barat melakukan penyelidikan kemarin. Dari hasil penelusuran Polda Jabar, tidak ada konferensi negara asing di wilayah hukum mereka pada 21 September 2018. Hasil koordinasi dengan otoritas Bandara Husein Sastranegara Bandung hingga ke tukang parkir, semuanya mengaku tidak ada peristiwa pengeroyokan. Data manifes kedatangan maupun keberangkatan atas nama Ratna Sarumpaet pun tidak ada pada 21 September 2018.

Adapun yang berhasil terungkap seperti berikut:

1. Ratna berada di Jakarta pada 21 September 2018. Hal tersebut diketahui melalui nomor handphone Ratna yang aktif di Jakarta pada 20 hingga 24 September 2018.

2. Ratna mengirim sejumlah uang untuk ke Rumah Sakit khusus Bedah Bina Estetika.

3. Polisi menemukan rekaman transaksi atas nama Ibrahim Fahmi Al Hadi yang notabene anak Ratna. Dia mengirim sejumlah uang kepada ibunya.

4. Lalu melalui rekeningnya, Ratna mengirimkan kembali uang ke Rumah Sakit khusus Bedah Bina Estetika. Dengan rincian, Rp 25 juta pada 20 September 2018, Rp 25 juta pada 21 September 2018, dan Rp 40 juta pada 24 September 2018.

5. Dari hasil pengecekan, bagian operasional RS Bina Estetika, Farhan dan Managet Medis RS Bina Estetika, Inggrid membenarkan bahwa Ratna dirawat pada 21-24 September 2018. Ibunda Atiqah Hasiholan itu dirawat dalam rangka operasi plastik.

6. Dia masuk dirawat pada 21 September pukul 17.00 WIB dan keluar pada 24 September 2018 pukul 21.28 WIB menggunakan taksi.

"Faktanya Ibu Ratna Satumpaet berada di RS Bina Estetika jam lima sore sesuai buku pendaftaran di RS Bina Estetika," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta Karokaro saat menggelar konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/10).

(ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up