JawaPos Radar

Marak Siswa Sayat Tangan, Mendikbud: Kita Harus Waspada

03/10/2018, 15:00 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Muhadjir Effendy
Mendikbud Muhadjir Effendy di sela Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2018 di Jogjakarta, Rabu (3/10). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - 56 Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pekanbaru menyayat tangannya sendiri. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pun angkat bicara. Ia meminta agar seluruh pihak mewaspadai peredaran makanan dan minuman di sekitar sekolah.

"Itu sebagai contoh betapa pentingnya kita harus mewaspadai beredarnya minuman dan makanan di sekolah," kata Muhadjir Effendy di sela Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2018 di Sahid J-Walk Mall, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Rabu (3/10).

Kemendikbud juga sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Tujuannya untuk mengungkap kasus tersebut dan memastikan peristiwa serupa tak terulang lagi. "Itu minum minuman obat. Kami sedang meminta aparat kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Koordinasi kami dengan aparat kepolisian," ucap Muhadjir.

Seperti diketahui, 56 siswa SMP di Kota Pekanbaru nekat menyayat tangannya sendiri. Dari hasil tes urine, mereka positif mengonsumsi minuman yang mengandung zat Benzo.

Minuman yang biasa disebut Torpedo itu dijual bebas di sekolah. Bahkan minuman dengan harga Rp 1.000 itu mudah didapatkan di tiap warung internet (warnet).Selain minuman mengandung Benzo, para siswa menyayat tangannya juga Karena melihat video di YouTube.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up