JawaPos Radar

Polisi Temukan Kejanggalan atas Kabar Pengeroyokan Ratna Sarumpaet

03/10/2018, 14:58 WIB | Editor: Erna Martiyanti
konpres ratna sarumpaet
Jajaran Kepolisian gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya memberikan keterangan pers soal kebenaran kasus pengeroyokan yang dialami Ratna Sarumpaet, Rabu (3/10). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tim gabungan kepolisian menemukan kejanggalan atas beredarnya informasi pengeroyokan aktivis sosial, Ratna Sarumpaet pada 21 September malam. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan ada beberapa fakta yang tidak sesuai dengan informasi yang beredar.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, mengaku janggal dengan kabar pengeroyokan Ratna Sarumpaet. Pasalnya, polisi menemukan fakta bahwa pada tanggal 21 hingga 24 September, yang bersangkutan sedang berada di RSKB Bina Estetika. Pada jangka waktu tersebut Ratna tidak pernah keluar dari rumah sakit yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat itu.

"Masuk rumah sakit jam 5 sore. Bisa kah (selesai medis) dari Jakarta langsung ke Bandung? (ikut konferensi internasional)," ujarnya kepada awak media di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Rabu (3/9).

Polisi Temukan Kejanggalan atas Kabar Pengeroyokan Ratna Sarumpaet
Infografis kasus Ratna Sarumpaet. (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

Selain kejanggalan waktu, Setyo mengatakan, polisi juga menemukan fakta bahwa tidak ada penyelenggaraan konferensi internasional seperti disampaikan saat kejadian pengeroyokan itu. Bahkan, pihak otoritas Bandara Husein Sastranegara Bandung hingga porter tidak ada yang melihat peristiwa pengeroyokan.

Fakta tersebut terendus saat kepolisian menemukan bukti pembayaran rumah sakit atas nama Ibrahim Fahmi Al Hadi yang notabene anak Ratna. Dia mengirim sejumlah uang kepada ibunya.

Dari hasil pengecekan ke bagian operasional rumah sakit, Farhan membenarkan bahwa Ratna dirawat pada 21-24 September 2018 untuk operasi plastik wajah.

"Yang bersangkutan dirawat sejak 21 September pukul 17.00 WIB, dan keluar menggunakan taksi pada 24 September 2018 pukul sekitar 21.00 WIB,"

Dikatakannya, berdasarkan data penyelidikan Polri dengan data pemberitaan di media sosial, sangat berbeda. Kendati demikian, polisi belum bisa menyimpulkan apakah kabar pengeroyokan Ratna Sarumpaet itu benar atau tidak.

"Bukan tidak benar, masih mengumpulkan bukti-bukti lainnya. Kami pun akan meminta keterangan kepada yang bersangkutan jika sudah pulih dari pengobatan. Sampai sekarang belum bisa dimintai keterangan," terang Setyo.

(wiw/JPC)

Alur Cerita Berita

Polisi Bakal Periksa Ratna Sarumpaet 03/10/2018, 14:58 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up