JawaPos Radar

Kpopers Indonesia Bersatu Galang Dana Bantu Korban Gempa Sulawesi

03/10/2018, 19:00 WIB | Editor: Deti Mega Purnamasari
Kpopers Indonesia Bersatu Galang Dana Bantu Korban Gempa Sulawesi
Kondisi Kota Palu setelah dilanda gempa dan tsunami. Ratusan orang meninggal dalam musibah tersebut (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com – Bencana gempa dan Tsunami yang melanda Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) lalu, menggerakkan hati semua orang untuk membantu mereka yang kehilangan tempat tinggal, tidak terkecuali dari komunitas Kpopers.

Banyak fanbase dari para Kpopers di Indonesia yang bersatu untuk membantu korban atas bencana alam tersebut dengan melakukan donasi atau penggalangan dana. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas musibah yang menimpa sesama di negeri ini.

Berawal dari pembicaraan di grup obrolan fanbase-nya, Boice Indonesia (penggemar grup band CNBLUE), Tanti bersama rekan-rekannya berinisiatif menggalang dana melalui platform kitabisa.com dengan sebutan Kpopers Peduli Sulawesi Tengah. Hal tersebut dilakukan karena ia dan teman-temannya ingin menolong sesama dan sebagai bentuk keprihatinan.

Kpopers Indonesia Bersatu Galang Dana Bantu Korban Gempa Sulawesi
ilustrasi K-pop (istimewa)

Kpopers itu manusia juga kok, punya rasa empati atas musibah yang sedang terjadi. Kami tidak hanya bisa hura-hura saja atas idol kami. Kami juga paham bagaimana harus bertindak di saat tindakan kami diperlukan,” ujar Tanti kepada JawaPos.com, Rabu (3/10).

Ia mengatakan, Kpopers Peduli Sulawesi Tengah diinisiasi tidak hanya untuk para penggemar CNBLUE saja, tetapi penggemar grup lainnya pun bisa berdonasi melalui itu. Pihaknya memilih nama Kpopers juga karena di dalam grup tersebut tidak hanya para Boice saja, tapi ada juga mereka yang multifandom atau menyukai grup K-pop lainnya.

Pihaknya juga memanfaatkan media sosial, baik Twitter maupun Instagram masing-masing untuk mengajak Kpopers lainnya agar bisa berpartisipasi dalam kegiatan amal ini. Dari sana, informasi penggalangan dana tersebut semakin tersebar luas dan banyak yang langsung berdonasi melalui akun yang sudah dibuat sebelumnya.

The Power of Medsos untuk aksi ini luar biasa sih, Alhamdulillah karena donasi masuknya cepat dan target kami tercapai sebelum batas waktunya,” katanya.

Semula, pihaknya menargetkan donasi sebanyak Rp 6 juta dalam tiga hari. Namun karena korban gempa dan Tsunami tersebut bertambah menjadi lebih banyak, maka pihaknya pun memperpanjang donasi tersebut hingga 7 Oktober dengan target Rp 10 juta.

Ia berharap, dengan menambah jumlah target dan waktu donasi, maka bisa membantu lebih banyak lagi. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) yang sudah biasa menyalurkan bantuan untuk bencana.

“Niatan kami murni membantu. Reaksi Kpopers atas hal-hal seperti ini cepat dan positif, beberapa fandom membuka donasi juga dan melakukan aksi serupa dengan kami untuk Palu dan Donggala,” katanya.

Hal senada juga dilakukan sekumpulan penggemar grup Wanna One di Indonesia. Mereka menamakan penggalangan dana-nya sebagai Wanna One for Sulawesi Tengah melalui platform kitabisa.com. Selain untuk membantu sesama yang terkena musibah, juga karena tidak lama lagi grup jebolan Produce 101 Season 2 itu juga akan segera bubar.

“Jadi kami pikir, tidak ada salahnya, setidaknya kami bisa melakukan sesuatu yang positif dan meninggalkan kesan yang baik untuk Wanna One sebelum mereka bubar,” ujar Tity, salah satu Wannable (penggemar Wanna One) di Indonesia sekaligus penggagas pengumpulan donasi.

Ia mengaku tidak menyangka antusiasme para Wannable cukup baik dalam penggalangan dana ini. Bahkan, mereka yang bukan Wannable pun turut membantu untuk bisa menyalurkan dana yang diterima nanti dengan baik dan tepat sasaran. Rencananya, hasil penggalangan akan disalurkan melalui Posko Pelabuhan dan Lanud Makassar yang langsung berangkat ke Palu.

Dengan aksi pedulinya ini pun, ia ingin supaya orang awam tidak menghakimi lagi kepada para Kpopers dan bisa memandang penggemar K-pop lebih positif. Pasalnya, menurutnya selama ini Kpopers kerap dipandang buruk oleh orang-orang awam. Terutama mereka yang menganggap Kpopers sebagai sekumpulan perempuan ABG yang tidak mempunyai kehidupan dan hanya memuja Oppa 24 jam.

“Faktanya tidak semua Kpopers itu ABG, kami punya kehidupan, pekerjaan, dan bagaimana si artis-artis Korea ini mendorong kami untuk selalu kerja keras dan terus melakukan hal positif lainnya,” pungkasnya.

Fanbase lainnya yang melakukan donasi serupa adalah Hottest Indonesia, penggemar grup 2PM. Admin hottest_indonesia, Ririn Ibrahim mengatakan, ide penggalangan dana juga diinisasi dari grup obrolan Hottest Indonesia Community untuk peduli kepada sesama.

“Harapannya, Insya Allah dana yang dikumpulkan akan berguna untuk teman-teman kami di Sulawesi Tengah. Semoga dananya bisa meringankan sedikit beban mereka,” katanya.

Antusiasme dari para Hottest sendiri disebutkannya cukup baik sehingga pihaknya pun memperpanjang waktu penggalangan dana hingga 7 Oktober mendatang. Dana yang digalang rencananya akan disalurkan melalui relawan di darah Gorontalo yang akan ke Palu dan Donggala.

“Insya Allah amanah dan sampai ke orang-orang yang membutuhkan. Kami di sini saling bantu saja,” pungkasnya.

(dmp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up