JawaPos Radar

Peredaran Narkoba di Semarang Meningkat Dibanding Tahun Lalu

03/10/2018, 14:46 WIB | Editor: Dida Tenola
Peredaran Narkoba di Semarang Meningkat Dibanding Tahun Lalu
Ilustrasi sabu-sabu. (Dokumen JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Peredaran narkotika di Kota Semarang terus mengalami peningkatan setiap tahun. Hingga bulan September lalu, jumlah kasusnya sudah melebuhi catatan tahun lalu. Jumlah tersangka yang diringkus juga meningkat.

Kasatreskoba Polrestabes Semarang AKBP Sidiq Hanafi mengungkapkan bahwasampai periode September sudah ada 234 kasus peredaran narkoba yang diungkap. Tersangka yang ditangkap berjumlah 279 orang.

Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu. Yakni sebanyak 198 ungkap kasus narkoba dan 247 orang tersangka.

Tak hanya tahun lalu, jika dibandingkan dengan tahun 2016 catatan tahun ini juga lebih tinggi. Dua tahun lalu hanya 175 kasus yang bisa diungkap polisi. Dari jumlah tersebut, 237 orang ditetapkan sebagai tersangka. "Sekarang penggunanya bukan hanya menengah ke atas, tapi juga menengah ke bawah. Soalnya sekarang barang-barang yang diedarkan juga ada dalam paket murah," jelas Hanafi di Mapolrestabes Semarang, Rabu (3/10).

Hanafi membeberkan bahwa sekarang para pengedar cenderung memasarkan dagangannya dalam berbagai istilah. Misalnya paket hemat atau pahe berupa sabu-sabu murah yang harganya bisa dibeli dengan mudah, yakni sebesar Rp 300 ribu.

Lalu ada namanya paket STNK. Nilai jualnya Rp 600 ribu. Ada pula Supra, khusus paketan seperempat gram.

Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran edar paket-paket tadi meliputi Kecamatan Semarang Tengah, Semarang Utara, dan Semarang Timur. Pengedarnya, sebagian besar orang lokal Semarang. "Dari hasil ungkap tahun ini, 90 persen orang Semarang. Rata-rata mereka merupakan pengedar dan sekaligus pengguna," sambungnya.

Perwira polisi dengan dua melati di pundak itu menegaskan, pihaknya tidak henti-hentinya untuk mengajak masyarakat bersama-sama memerangi narkoba. "Memang perlu ada upaya preventif, kampanye, atau sosialisasi kepada masyarakat. Di situ masyarakat juga ikut andil, ini masalah kita bersama dan perlu kita tangani bersama," tegas Hanafi.

 

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up