JawaPos Radar

Bela Ratna Sarumpaet, Dahnil Sebut Keterangan Polisi Janggal

03/10/2018, 14:19 WIB | Editor: Imam Solehudin
Dahnil Anzar
Koordinator Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dahnil masih percaya bahwa Ratna Sarumpaet mengalami penganiayaan. Dahnil justru mempertanyakan sikap kepolisian. (Dok.JawaPos)
Share this image

JawaPos.com - Teka-teki mengenai penganiayaan yang menimpa aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Ratna Sarumpaet mulai menemukan titik terang. Kepolisian mengungkapkan fakta baru, yakni wajah lebam Ratna diduga bukan akibat dari pemukulan, melainkan efek samping bedah plastik.

Menanggapi hal itu, Dahnil Anzar Simanjuntak selaku Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga menuturkan ada yang janggal dari keterangan yang diungkapkan kepolisian. Pasalnya, institusi polisi sama sekali tidak meminta keterangan dari Ratna.

"Kami justru sebenarnya merasa janggal ya. Kenapa janggal? Justru polisi seperti PR, public relation yang kemudian bukan justru mendatangi Mbak Ratna mencari informasi yang secukupnya terkait dengan pengakuan Mbak Ratna, tapi justru kemudian membuat narasi-narasi yang lain," kata Dahnil kepada wartawan, Rabu (3/10).

Bela Ratna Sarumpaet, Dahnil Sebut Keterangan Polisi Janggal

Karena itu, Dahnil menambahkan, sikap yang diambil oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi masih berprasangka baik terhadap kesaksian dari Ratna. Dia pun masih meyakini bahwa mantan aktivis 98 itu masih bersikap jujur.

"Kami tentu berprasangka baik terhadap beliau. Ditambah lagi beliau kan memang menyatakan sangat ketakutan dan traumatik, sehingga tidak mau melapor," ungkapnya.

Atas dasar itu semua, Dahnil tengah melakukan rencana untuk tetap mengadukan persoalan ini kepada Kapolri. Dia bilang, saat ini tengah mengatur waktu terlebih dahulu.

"Kalau memang nanti Pak Prabowo atau Pak Amien berencana ingin menemui kapolri hari ini, saya rencananya akan ke Mabes Polri untuk mengatur itu. Tapi saya belum pastikan dulu," pungkasnya.

Sebelumnya, kepolisian memastikan tidak ada peristiwa pemukulan yang dialami aktivis Ratna Sarumpaet. Adapun fakta sebenarnya, lebam yang ada di wajah Ratna diduga karena bedah plastik.

Hal itu terungkap setelah Polda Jawa Barat melakukan penyelidikan kemarin. Dari hasil penelusuran Polda Jabar, tidak ada konferensi negara asing di wilayah hukum mereka pada 21 September 2018. Hasil koordinasi dengan otoritas bandara Husein Sastranegara Bandung hingga ke tukang parkir, semuanya mengaku tidak ada peristiwa pengeroyokan.

Data manifes kedatangan maupun keberangkatan atas nama Ratna Sarumpaet pun tidak ada pada 21 September 2018.

Adapun yang berhasil terungkap seperti berikut:

1. Ratna berada di Jakarta pada 21 September 2018. Hal tersebut diketahui melalui nomor handphone Ratna yang aktif di Jakarta pada 20 hingga 24 September 2018.

2. Ratna mengirim sejumlah uang untuk ke Rumah Sakit khusus Bedah Bina Estetika.

Polisi menemukan rekaman transaksi atas nama Ibrahim Fahmi Al Hadi yang notabene anak Ratna. Dia mengirim sejumlah uang kepada ibunya.

Lalu melalui rekeningnya, Ratna mengirimkan kembali uang ke Rumah Sakit khusus Bedah Bina Estetika. Dengan rincian, Rp 25 juta pada 20 September 2018, Rp 25 juta pada 21 September 2018, dan Rp 40 juta pada 24 September 2018.

Dari hasil pengecekan, bagian operasional RS Bina Estetika, Farhan dan Managet Medis RS Bina Estetika, Inggrid membenarkan bahwa Ratna dirawat pada 21-24 September 2018. Ibunda Atiqah Hasiholan itu dirawat dalam rangka operasi pelastik.

Dia masuk dirawat pada 21 September pukul 17.00 WIB dan keluar pada 24 September 2018 pukul 21.28 WIB menggunakan taksi.

"Faktanya Ibu Ratna Satumpaet berada di RS Bina Estetika jam lima sore sesuai buku pendaftaran di RS Bina Estetika," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta Karokaro saat menggelar konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/10).

(ce1/aim/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up