JawaPos Radar

Puluhan Orang Tewas dalam Bentrokan Etnis di Ethiopia

03/10/2018, 16:11 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
bentrokan etnis, ethiopia,
Sebanyak 44 orang tewas dan 70.000 orang meninggalkan rumah mereka di tengah kekerasan etnis yang terjadi di Ethiopia Barat. Dilansir Al Jazeera pada Selasa, (2/10), bentrokan terjadi di perbatasan antara pusat Oromia dan wilayah barat Benishangul-Gumuz (Anadolu)
Share this image

JawaPos.com – Sebanyak 44 orang tewas dan 70.000 orang meninggalkan rumah mereka di tengah kekerasan etnis yang terjadi di Ethiopia  Barat. Dilansir Al Jazeera pada Selasa, (2/10), bentrokan terjadi di perbatasan antara pusat Oromia dan wilayah barat Benishangul-Gumuz. 

Penduduk di wilayah Benishangul-Gumuz mengatakan, puncak kekerasan meletus pada hari Jumat setelah empat pejabat lokal tewas dalam kunjungan ke daerah Oromia yang berdekatan.

Bentrokan terjadi antara pemuda dari kelompok etnis berbeda. Mereka bertikai  dengan menggunakan senjata batu dan pisau. Bentrokan antar etnis ini memaksa lebih dari 70 ribu orang meninggalkan rumah mereka. Pasukan keamanan dikerahkan untuk menenangkan daerah itu menurut pemerintah wilayah Oromia.

bentrokan etnis, ethiopia,
Bentrokan terjadi antara pemuda dari kelompok etnis berbeda. Mereka bertikai dengan menggunakan senjata batu dan pisau. Bentrokan antar etnis ini memaksa lebih dari 70 ribu orang meninggalkan rumah (Reuters)

Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed yang merupakan pemimpin Oromo pertama di negara itu, berdamai dengan musuh jangka panjang Ethiopia, yaitu Eritrea, dengan membebaskan tahanan dan menjanjikan serangkaian reformasi ekonomi dan politik. Dia juga berjanji untuk mengurangi ketegangan etnis dan menjauhkan negara dari kebijakan keamanan garis keras yang telah ada selama beberapa dekade.

Abiy telah menerima pujian dari seluruh dunia untuk agenda reformisnya. Namun, dia tidak bisa menghindar igelombang kekerasan komunal, sebagian besar atas masalah tanah yang telah menghantui beberapa bulan pertama pemerintahannya.

Setidaknya 58 orang tewas pada bulan September ketika pertempuran pecah di Ibu Kota Addis Ababa. Orang-orang yang melarikan diri mengatakan, mereka menjadi sasaran massa Oromo karena mereka adalah anggota kelompok etnis minoritas. 

Hampir satu juta orang telah dipaksa meninggalkan rumah mereka di Ethiopia selatan sejak bentrokan terjadi mulai April.

 

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up