JawaPos Radar

Australia Berupaya Jadikan Kanker Serviks Penyakit Langka 2022

03/10/2018, 18:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
kanker, kanker serviks,
Australia akan menjadi negara pertama yang secara efektif benar-benar akan menghilangkan kanker serviks jika vaksinasi terus ditingkatkan dan dipertahankan (Youtube)
Share this image

JawaPos.com - Australia akan menjadi negara pertama yang secara efektif benar-benar akan menghilangkan kanker serviks jika vaksinasi terus ditingkatkan dan dipertahankan. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan nasional selama 20 tahun, dan para peneliti yakin bahwa ini dapat diberantas.

Diperkirakan ini akan menjadi kanker langka di Australia pada 2022, ini merupakan target Australia. Pada tahun tersebut, angka pengidap harus turun menjadi kurang dari enam kasus per 100.000 orang. Para ilmuwan menghubungkan kemajuan ini dengan program pencegahan nasional.

Pada 2007, Australia menjadi salah satu negara pertama yang memperkenalkan skema vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) untuk anak perempuan. Program ini kemudian diperluas ke anak laki-laki. HPV melengkapi program skrining nasional yang dimulai pada 1991. Pemodelan baru ini diterbitkan oleh Dewan Kanker New South Wales (NSW), sebuah badan amal.

kanker, kanker serviks,
Kanker serviks disebabkan oleh tipe HPV berisiko tinggi, infeksi menular seksual (Medium)

Kanker serviks disebabkan oleh tipe HPV berisiko tinggi, infeksi menular seksual. Ini adalah kanker paling sering keempat pada perempuan dan memiliki tingkat kematian yang tinggi secara global, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tingkat kanker serviks tahunan Australia saat inu berjumlah tujuh kasus per 100.000 orang, sekitar setengah dari rata-rata global. Studi ini memperkirakan bahwa kasus tahunan di Australia akan turun menjadi empat dalam 100.000 pada 2035.

"Terlepas dari apa ambang eliminasi itu, kemungkinan Australia akan menjadi negara pertama yang mencapainya mengingat rendahnya tingkat kanker serviks kami saat ini, dan program pencegahan kami yang kuat," kata Megan Smith, seorang peneliti dari Cancer Council NSW mengatakan dilansir dari BBC, Rabu, (3/10).

Tahun lalu, Australia mengganti standar pemeriksaan rutin untuk kanker, pemeriksaan pap smear, dengan tes skrining serviks HPV yang lebih sensitif. Para peneliti memperkirakan bahwa beralih ke tes baru, yang dilakukan hanya setiap lima tahun, akan mengurangi tingkat kanker setidaknya 20 persen

Menurut WHO, sekitar sembilan dari 10 kematian akibat kanker serviks terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up