JawaPos Radar

PSI: Soal Hoax Pengeroyokan Ratna Sarumpaet, Prabowo CS Lupa Tabayun

03/10/2018, 13:22 WIB | Editor: Estu Suryowati
Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno.
Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno bereaksi keras atas kabar pengeroyokan yang menimpa Ratna Sarumpaet. Belakangan, pihak kepolisian memberikan keterangan bahwa lebamnya wajah aktivis HAM itu bukan disebabkan penganiayaan.

Namun, wajah ibu aktris cantik Atiqah Hasiholan itu menjadi lebam akibat operasi plastik di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika. Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyayangkan sikap Prabowo cs, yang membela Ratna dan menduga ada motif politik di balik aksi pengeroyokan.

Menurut Antoni, seharusnya Prabowo dan timnya mencari klarifikasi dan data-data terlebih dahulu sebelum menyimpulkan Ratna Sarumpaet menjadi korban pengeroyokan. "Tidak ada keinginan untuk tabayun. Langsung digoreng. Idza jaakum fasiqun bi nabain fa fatabayyanu. Tabayun (itu) perintah Quran. (Tapi) dilupakan," kata Antoni dihubungi, Rabu (3/10).

Infografis hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet
Infografis hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

Antoni menambahkan, seharusnya pikiran bangsa fokus pada korban bencana yang beberapa hari ini melanda tanah air. Bukan pada cerita pengeroyokan Ratna Sarumpaet, yang belakangan diketahui ternyata hasil operasi plastik.

"Baru saja dengarkan pernyataan polisi mengenai Ratna Sarumpaet. Ternyata kita punya capres oplas selain sebelumnya disebut capres kardus. Cawapres dan timnya sama saja. Menghilangkan akal sehat demi nafsu politik,‎" pungkasnya.

Adapun kabar pengroyokan Ratna Sarumpaet di sekitaran Bandara Husain Sastranegara adalah tidak benar. Pihak kepolisian sudah memberikan keterangan resmi, bahwa muka lebam Ratna Sarumpaet bukan karena dikeroyok, melainkan operasi plastik.

Kepolisian memastikan tidak ada peristiwa pemukulan yang dialami Ratna Sarumpaet. Hal itu terungkap setelah Polda Jawa Barat melakukan penyelidikan kemarin.

Adapun yang berhasil terungkap seperti berikut:

Ratna berada di Jakarta pada 21 September 2018. Hal tersebut diketahui melalui nomor handphone Ratna yang aktif di Jakarta pada 20 hingga 24 September 2018.

Ratna mengirim sejumlah uang untuk ke Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika. Polisi menemukan rekaman transaksi atas nama Ibrahim Fahmi Al Hadi yang notabene anak Ratna. Dia mengirim sejumlah uang kepada ibunya.

Lalu melalui rekeningnya, Ratna mengirimkan kembali uang ke Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, dengan rincian sebesar Rp 25 juta pada 20 September 2018, senilai Rp 25 juta pada 21 September 2018, senilai dan Rp 40 juta pada 24 September 2018.

Dari hasil penyelidikan RS Bina Estetika diketahui bahwa benar Ratna dirawat pada 21-24 September 2018 dalam rangka operasi pelastik. Dia masuk pada 21 September pukul 17.00 WIB dan keluar pada 24 September 2018 pukul 21.28 WIB menggunakan taxi.

(gwn/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up