JawaPos Radar

Terpal Kebutuhan Paling Darurat bagi Korban Gempa Sulteng

03/10/2018, 13:03 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
gempa, tsunami, sulteng, gempa sulteng, gempa sulawesi tengah, terpal,
Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan, dana awal diberikan kepada Palang Merah Indonesia untuk kebutuhan bantuan darurat yang paling jelas, seperti terpal (AFP)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Australia akan mengirim lebih dari 50 tenaga medis profesional ke Indonesia untuk membantu penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah sebagai bagian dari paket bantuan senilai 5 juta dolar Australia (USD 3,6 juta). Dilansir dari Washington Post pada Selasa, (2/10), Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan, dana awal diberikan kepada Palang Merah Indonesia untuk kebutuhan bantuan darurat yang paling jelas, seperti terpal.

Duta Besar Australia sedang berkonsultasi dengan Pemerintah Indonesia untuk penyaluran bantuan tersebut. Morrison mengatakan kepada wartawan di kota pantai barat Perth, kalau Australia sedang mencari cara terbaik sesuai dengan kebutuhan Indonesia di saat seperti ini dan menegaskan dukungan Australia tidak hanya dalam jangka pendek.

Presiden Jokowi telah menyetujui penerimaan bantuan internasional seperti generator, alat berat, dan tenda di antara barang-barang yang paling dibutuhkan. Para pejabat mengatakan, Uni Eropa, Amerika Serikat dan Tiongkok juga menawarkan bantuan.

gempa, tsunami, sulteng, gempa sulteng, gempa sulawesi tengah, terpal,
Pemerintah Australia akan mengirim lebih dari 50 tenaga medis profesional ke Indonesia untuk membantu penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Reuters)

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan, Australia akan memastikan bahwa dukungan yang diberikan sangat dibutuhkan. "Australia sedang mempertimbangkan dukungan lebih lanjut untuk bencana dengan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat dan jutaan orang terkena dampak krisis," katanya.

Payne mengatakan, dia telah berhubungan dengan rekannya dari Indonesia Retno Marsudi. Perdana Menteri Australia Scott Morrison melanjutkan pembicaraan dengan Presiden Jokowi tentang kemungkinan dukungan lebih lanjut.

Sementara itu, Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq mengatakan, PBB dan badan-badan bantuan akan  memberikan dukungan teknis. Ia mengatakan, air adalah masalah utama karena sebagian besar infrastruktur pasokan air telah rusak.

Menurut Haq, Kementerian Sosial Indonesia telah meminta lembaga anak-anak PBB, UNICEF, untuk mengirim pekerja sosial ke daerah yang terkena bencana untuk mendukung anak-anak yang sendirian atau terpisah dari keluarga mereka. WHO juga memperingatkan bahwa kurangnya tempat berlindung dan fasilitas sanitasi air yang rusak dapat menyebabkan wabah penyakit menular.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up