JawaPos Radar

Fornas Siapkan Program 'Anak Berseri' untuk Korban Gempa Sulteng

03/10/2018, 12:59 WIB | Editor: Imam Solehudin
Gempa Palu
Seorang pengungsi gempa Palu yang berada di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, harus digendong karena kakinya terluka (Sahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Forum Nasional (Fornas) Bhineka Tunggal Ika mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan Presiden Joko Widodo. Jokowi dinilai responsif dengan langsung turun ke sejumlah lokasi gempa di Sulawesi Tengah.

Sekjen Fornas Bhineka Tunggal Ika, Taufan Hunneman mengatakan, langkah konkret Jokowi harus didukung seluruh elemen masyarakat. Taufan menegaskan bahwa pemerintah saat ini betul-betul all out membantu korban gempa.

"Kita bantu, jangan memperkeruh suasana. Lebih baik kirim relawan, bahu membahu bantu pemerintah," ujar Taufan kepada JawaPos.com, Rabu (3/10).

Gempa Sulteng
Kondisi Palu pascadiguncang gempa berkekuatan 7,4 skala richter, Jumat (28/9) (Haritsah Mudatsir/JawaPos)

"Kami minta aparat menindak siapapun yang menyebarkan berita hoax terkait gempa di Sulawesi Tengah, apapun bentuknya," tegas pria yang berprofesi sebagai advokat itu.

Taufan menambahkan, para pengurus Fornas di seluruh Indonesia, baik DPP, DPD, hingga DPC akan turut serta membantu korban. "Khusus untuk Fornas Sulawesi Tengah, kami sedang membuat posko bantuan," terang Taufan.

Taufan memaparkan, Fornas bersama Sahabat Anak dan KBC akan melakukan sejumlah program di daerah yang terkena gempa. Ada dua program yang menjadi fokus organisasi pimpinannya.

Pertama Anak Berseri. Program ini meliputi pemberian bantuan nutrisi dan gizi anak, perlengkapan baju layak pakai dan selimut untuk anak, obat-obatan dan vitamin. Kemudian program psiko-sosial anak (panggung boneka, story telling, games, art, terapi dan konseling), dan kebutuhan di lapangan lainnya yang relevan untuk menolong pemulihan fisik maupun psikologis anak.

"Target awal untuk 1000 anak di 5-10 titik area paling terdampak bencana," ungkap Taufan.

Selanjutnya adalah program relawan harian untuk masyarakat, agar mendapatkan kegiatan produktif dan mendapatkan insentif dengan cara gotong-royong melakukan pembenahan awal lokasi bencana. Kegiatan akan diprioritaskan untuk pembersihan puing dan kotoran di lingkungan sekitar, dan fasilitas umum.

"Di antaranya rumah ibadah, sekolah, akses jalan, gotong, dan lain-lain. Kegiatan produktif ini diharapkan dapat juga memberikan suasana baru, semangat baru, dan harapan baru bahwa tempat dimana mereka berada menjadi layak huni kembali," beber Taufan.

"Target awal pengumpulan dana untuk 5 titik area paling terdampak bencana," pungkasnya.

(yes/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 03/10/2018, 12:59 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 03/10/2018, 12:59 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 03/10/2018, 12:59 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 03/10/2018, 12:59 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 03/10/2018, 12:59 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 03/10/2018, 12:59 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 03/10/2018, 12:59 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up