JawaPos Radar

IPO, Passpod Lepas Saham Ke Publik 34,21 Persen

03/10/2018, 12:41 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
IPO, Passpod Lepas Saham Ke Publik 34,21 Persen
 PT Yelooo Integra Datanet Tbk (Passpod)  (Romys / JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Perusahaan layanan jasa Travel  PT Yelooo Integra Datanet Tbk (Passpod) berencana melakukan pencarian dana di pasar modal dengan melakukan pencatatan umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 130 juta lembar saham baru.

Direktur Utama Passpod Hiro Whardana mengatakan, sebanyak 130 juta lembar saham tersebut setara 34,21 dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO denga nominal sebesar Rp 100 per lembar saham. Saham yang ditawarkan tersebut akan memiliki harga penawaran sekitar Rp 250 hingga Rp 375 per lembar saham.

Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam penawaran umum saham perdana ini.

“Kami menargetkan dana terkumpul sekitar Rp 40 miliar. Setelah dikurangi biaya-biaya emisi, dana ini rencananya akan kami alokasikan untuk pengembangan bisnis, Research and Development (R&D) aplikasi, dan modal kerja dalam bentuk penambahan unit modem serta power bank,” ujarnya di Menara by Kibar Jakarta, Rabu (3/10).

Hiro menuturkan, guna mengembangkan bisnis perusahaan, pihaknya mengalokasikan dana IPO sebesar 67,10 persen untuk pengadaan billing management system dan perangkat SIM bank. Sedangkan sebesar 3,69 persen digunakan untuk research and development (R&D) aplikasi berupa penambahan beragam fitur. 

“Adapun sisa dana sebesar 28,21 persen akan digunakan untuk modal kerja berupa pembelian modem dan power bank,” imbuhnya.

Selain itu, Hiro menuturkan, perusahaan secara bersamaan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 78 juta Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp 500  sampai dengan Rp 750 yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif dengan perbandingan 5 saham baru berhak memperoleh 3 waran. 

“Selain itu dana perolehan Pelaksanaan Waran Seri I seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja, terutama digunakan untuk pengembangan usaha ke negara lain (go regional),” tambah Hiro.

Bidang usaha Passpod yang memiliki pangsa pasar spesifik membuat Perusahaan optimis model bisnisnya mampu menjadi solusi atas tantangan yang kerap dihadapi outbound traveler Indonesia dalam perjalanannya ke luar negeri. 

“Penyewaan modem internet 4G yang diusung Passpod sebetulnya adalah fondasi dari banyak sekali pilar- pilar bisnis yang akan muncul di masa mendatang. Ketika kebutuhan konektivitas traveler sudah terpenuhi, tentunya akan muncul kebutuhan lain-lain yang bisa diakomodasi. Misalnya, membeli tiket masuk atraksi on the spot dengan mata uang Rupiah, bisa lewat aplikasi Passpod. Setelah IPO, ada beberapa layanan yang akan disediakan Passpod di masa mendatang — selain peminjaman modem wifi — yaitu antara lain menyediakan tiket event, itinerary builder, e-commerce, asuransi perjalanan, dan lain sebagainya,” tandasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up