JawaPos Radar

Gempa Sulawesi Tengah

Kesaksian Relawan: Puluhan Kendaraan Terkubur Bersama Pemiliknya

03/10/2018, 11:37 WIB | Editor: Imam Solehudin
Gempa Palu
Kondisi Kota Palu setelah dilanda gempa dan tsunami. Ratusan orang meninggal dalam musibah tersebut (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Gempa 7,4 SR yang disertai tsunami enam hari lalu telah melumpuhkan sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Kota yang terdampak, terutama Palu, Donggala, dan sekitarnya terlihat seperti ‘kota mati’. Bantuan belum juga dirasakan maksimal oleh warga bahkan cenderung belum ada sama sekali.

“Insting bertahan hidup menjadi alternatif pemantik jiwa survive masyarakat yang terpaksa menjarah gudang dan toko yang ditinggal oleh pemiliknya,” ujar Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) MRI Nur Ali Akbar yang tengah bertugas di lokasi, Rabu (3/10).

Tak hanya bantuan, namun ada yang lebih memprihatinkan, yakni evakuasi para korban yang sudah mencapai ribuan jiwa juga belum rampung. Beberapa titik pusat terparah gempa dan tsunami luput dari perhatian.

Nur Ali menceritakan, di Palu bagian barat, terdapat sebuah pemukiman padat warga bernama Perumnas Balaroa, cerita tentang rumah yang rata dengan tanah itu benar adanya. “Puluhan kendaraan terkubur massal bersama pemiliknya,” kata dia.

Sayangnya, Eskavator dan Buldoser di lokasi tersebut seolah hanya jadi barang pajangan. Itu lantaran tak tersedianya BBM dan petugas yang paham area.

“Belum ada bantuan yang berarti hingga detik ini. Hanya satu atau dua mayat yang bisa dievakuasi oleh tim rescue ACT MRI. Dibutuhkan alat berat untuk bisa melakukan penggalian area yang tertimbun,” tegasnya.

Slogan ‘Kami Butuh Air dan Makan' bertebaran disana-sini. Posko-posko ciptaan warga yang ‘gerah’ karena bantuan tak kunjung datang menjamur memenuhi sudut-sudut kota.

"Kemana pemerintah? Mengapa diam? Jelang pemilihan mereka mendekat, saat menjabat mereka tetiba hilang tanpa jejak," ungkap seorang warga Palu dengan nada meluap-luap.

"Anak-anak kami menangis minta susu. Keluarga kami meringis menahan lapar. Tolong kami, bantu kami, jangan janji kami," sambung seorang Ibu dengan mata yang basah.

(yes/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 03/10/2018, 11:37 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 03/10/2018, 11:37 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 03/10/2018, 11:37 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 03/10/2018, 11:37 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 03/10/2018, 11:37 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 03/10/2018, 11:37 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 03/10/2018, 11:37 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up