JawaPos Radar

45 Ditangkap, Polisi Kejar Otak Penjarahan di Kota Palu

03/10/2018, 11:17 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
45 Ditangkap, Polisi Kejar Otak Penjarahan di Kota Palu
Polisi menjaga ATM BRI yang mulai online di Palu, Selasa (2/9) (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Sebanyak 45 pelaku penjarahan di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Palu ditangkap aparat kepolisian. Mereka mencuri barang di luar kebutuhan pokok seperti barang-barang elektronik dan perhiasan. Mereka bahkan menguras uang di mesin ATM.

Para pelaku itu ditangkap sejak Minggu (30/9) hingga Senin (1/10) dari sejumlah pusat perbelanjaan yang porak-poranda. Mereka kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Palu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polda Sulteng Brigjen Pol Didi Prasetyo menjelaskan, para tersangka ditangkap di beberapa tempat. Di antaranya, ATM BNI Jalan Pue Bongo, Mal Tatura Palu, Adira Finance Palu, dan BNS Jalan S. Parman. ''Saat ini Satreskrim Polres Palu bersama Ditreskrimum Polda Sulteng membentuk tim untuk memeriksa para tersangka secara maraton,'' ungkapnya.

Polisi, kata dia, masih mencari penggerak para pelaku. Sebab, ditengarai ada kelompok-kelompok kecil yang sengaja menjadi pemicu pencurian sehingga menimbulkan spontanitas warga lain untuk mengikuti. ''Semua kami sangkakan dengan pasal 364 KUHP tentang pencurian,'' tutur Didi di Mapolres Palu kemarin.

Sementara itu, dari Mabes Polri dilaporkan, kepolisian akan menindak pelaku penjarahan di Kota Palu dan wilayah di sekitarnya. Hingga kemarin, 45 tersangka penjarahan ditahan beserta sejumlah bukti. Di antaranya, linggis, obeng, kunci T, sepeda motor, palu, dan mesin ATM.

''Kemarin kan saya bilang, kalau makanan, diberi toleransi. Kalau yang diambil mesin ATM, speaker, apa ya mau dimakan juga? Kami tindak tegas,'' ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto menyampaikan, Polri juga berfokus menyelidiki hilangnya alat pendeteksi tsunami di pantai sekitar Palu. Perlu dicek apakah alat tersebut hilang sebelum tsunami atau setelah tsunami. ''Kalau sebelumnya, siapa ini? Berapa yang hilang?'' kata mantan Kabareskrim tersebut.

(agg/idr/jun/c5/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up