JawaPos Radar

Punya 8 KTP, Setyowati Sukses Utang Bank Rp 17 Miliar

03/10/2018, 10:53 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Pemalsuan Dokumen
DITIPU ISTRI: Bintang Setyawan saat menunjukkan bukti laporan dari Polresta Solo. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Biduk rumah tangga Bintang Setyawan dengan Sri Haryani Setyowati harus berakhir di pengadilan agama. Tetapi bukan masalah perceraian yang disesalkan Bintang. Tanpa sepengetahuannya, ternyata sang istri menyembunyikan utang dengan nilai mencapai Rp 17 miliar.

Saat ini sejumlah bank swasta dan debt collector terus memburu Bintang agar utang-utang tersebut segera dilunasi. "Selama ini saya sangat percaya pada istri. Saya tidak pernah menaruh curiga. Tetapi saya kaget saat proses cerai kok ditagih utang mencapai Rp 17 miliar," terang Bintang kepada JawaPos.com, Rabu (3/10).

Bintang yang selama ini bekerja di konveksi merek ternama kemudian melakukan penelusuran. Hasilnya diketahui bahwa istrinya telah mengajukan pinjaman kepada sejumlah bank.

Dalam perjanjian tersebut, ada kesepakatan antara Setyowati dengan pihak bank bahwa pelunasan menjadi tanggung jawab dari suami. Penelusuran tidak berhenti di situ, Bintang pun melakukan pendalaman terkait jumlah utang istrinya.

"Ternyata istri saya mempunyai identitas ganda dan hanya mengganti nama ibu. Setidaknya ada empat nama ibu yang digunakan Setyowati sehingga berhasil mengelabui pihak bank," ucapnya.

Empat nama yang digunakan Setyowati bukan orang yang sama. Di antaranya Rintaningsih yang merupakan ibu kandung Bintang. Kemudian Suharti, ibu kandung Setyowati. Lalu Amalia Kristi yang tidak lain adalah kakak Bintang.

"Istri saya itu ternyata punya delapan KTP dan tujuh KK. Semuanya dikeluarkan Dispendukcapil Depok. Bahkan dua di antaranya menyebutkan bahwa Setyowati adalah sebagai kepala keluarganya," ucapnya.

Selain harus menanggung utang yang cukup besar, sejumlah aset milik Bintang juga dikuasai Setyowati. Seperti tanah dan bangunan di beberapa lokasi. Kemudian sejumlah mobil dengan harga mencapai miliaran rupiah. "Bahkan saya mau masuk ke rumah saya tidak bisa karena ada penjagaan," kata Bintang.

Bintang kemudian melaporkan kejadian ini kepada Polresta Solo. Laporan sudah dilakukan sejak 20 Februari lalu dan sampai sekarang belum ada tindak lanjut.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol Fadli membenarkan jika Bintang sudah mengajukan laporan dugaan pemalsuan. Tetapi, Fadli membantah jika kasus tersebut tidak ditangani. "Perlu ada klarifikasi kepada banyak pihak. Jadi memang membutuhkan waktu, dan kami sudah memeriksa sejumlah saksi," tutur Fadli.

(apl/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up