JawaPos Radar

Resmi Melantai Di Bursa, Saham SAP Expres Naik 50 Persen

03/10/2018, 10:46 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Resmi Melantai Di Bursa, Saham SAP Expres Naik 50 Persen
SAP Expres Resmi Melantai Di Bursa (Romys / JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Perusahaan jasa pengiriman, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melakukan Pencatatan Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO) menjadi emiten ke 38 tahun ini.

Dalam debut perdananya, saham perseroan naik 124 poin atau 49,6 persen ke level Rp 374 dari harga IPO Rp 250. Saham SAPX ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 1 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 37,4 juta.

Dalam aksi korporasi ini, perusahaan menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia PT Artha Sekuritas Indonesia, PT KGI Sekuritas Indonesia, PT NH Korindo Sekuritas Indonesia serta PT Onix Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Direktur Utama Satria Antaran Prima Budiyanto Darmastono mengatakan, dengan melantai di pasar modal Indonesia, perusahaan dapat melebarkan sayapnya lebih luas lagi dan terus tumbuh Kedepannya dengan berkomitmen sebagai perusahaan terbuka.

“Terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek dan seluruh stakeholder yang membantu perusahaan untuk bisa IPO dan juga investor sekalian. Usianya yang baru 4 tahun menjadi penting bagi perusahaan untuk Go Public," ujarnya di Gedung BEI, Rabu (3/10).

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna berharap, perusahaan dapat membangun hubungan yang baik dengan seluruh stakeholder yang ada dengan selalu memberikan keterbukaan informasi.

"Ini spesial momen bagi perusahaan dari private company menjadi public company. Ini perlu komitmen dan visi yang jelas bagi perusahaan kedepanya. Semoga terus bisa berinovasi," ujarnya.

Sebagai informasi, dari dana IPO ini perusahaan akan menggunakan 61,5 persen untuk membayar pinjaman perusahaan yaitu obligasi konversi yang diterbitkan pada 2016. Perusahaan akan melunaskan pinjaman tersebut meski jatuh tempo pada 2021.

Adapun, sisa dana IPO sebesar 38,5 persen akan digunakan perusahaan untuk modal kerja. Hingga 2019 mendatang perseroan berencana membangun 1.000 outlet baru yang sebagian besarnya akan dibangun di Jawa. Saat ini, perusahaan sudah memiliki 200 outlet yang tersebar di seluruh provinsi.

Pada 2018, perusahaan menargetkan pendapatan hingga Rp 250 miliar, dengan banyaknya pelanggan baru dari ecommerce seperti JD.ID dan Zalora. Perseroan juga menargetkan kenaikan pendapatan yang lebih besar dari Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up