JawaPos Radar

Gempa Sulteng, KPPAD Kepri: Hak Anak Harus Terpenuhi

03/10/2018, 10:34 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Erry Syahrial
Komisioner KPPAD Kepri, Erry Syahrial (kanan). (Bobi Bani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Anak-anak turut menjadi korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Bahkan jumlah anak yang menjadi korban bencana tidak sedikit. Baik yang masih hidup, mengalami luka-luka, mupun korban tidak selamat.

Hal itu lantas mendapat perhatian serius dari Komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Riau (Kepri) Erry Syahrial. "Jumlah anak-anak sekitar sepertiga dari jumlah penduduk di satu daerah. Hitungan kasarnya begitu. Ini cukup banyak dan harus segera ditangani," kata Erry ketika dihubungi di Batam, Rabu (3/10).

Semua elemen harus mastikan hak-hak anak tetap terpenuhi. Sekalipun mereka saat ini masih berada di lokasi bencana. Entah itu di pengungsian atau masih tertahan bersama keluarganya yang tidak mengungsi.

Jika tidak ditangani dengan segera, anak-anak yang menjadi korban bencana bisa mengalami gangguan mental. Anak-anak bisa saja mengalami trauma yang berkepanjangan.

"Trauma healing harus segera dilakukan. Orang dewasa saja bisa mengalami trauma, apalagi anak-anak. Boleh jadi tumbuh kembangnya akan sangat terganggu," tutur Erry.

Erry menekankan, hak dasar anak seperti makan, sandang, pangan, perlindungan dari sakit dan mendapatkan trauma healing harus berjalan maksimal. Kegiatan ini sudah berlangsung dan diharapkan bisa menyentuh seluruh anak di Sulteng.

Dari beberapa kegiatan dengan sasaran anak-anak, sudah ada yang dibawa keluar dari lokasi gempa. Ada juga tim dari pemerintah maupun LSM yang turun langsung menangani anak-anak korban bencana.

"Dari Kementerian Sosial, Kesehatan, dan LSM sudah bergerak. Mereka melakukan berbagai upaya agar anak-anak tetap nyaman di tengah kehilangan yang dirasakan. Dari profesional dan mahasiswa juga sudah ada koordinasi untuk ikut membantu," ucap Erry.

Faktor kesehatan anak-anak di lokasi bencana juga perlu diperhatikan. Korban meninggal yang belum diangkat dikhawatirkan dapat menyebabkan hadirnya penyakit bagi anak-anak.

Hal yang tak kalah penting adalah mempertemukan anak dengan anggota keluarganya yang masih hidup. "Kalau keluarga mereka tidak selamat, maka harus ditangani dengan maksimal. Karena itu merupakan masa terberat yang dialami anak," jelas Erry.

(bbi/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 03/10/2018, 10:34 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 03/10/2018, 10:34 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 03/10/2018, 10:34 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 03/10/2018, 10:34 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 03/10/2018, 10:34 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 03/10/2018, 10:34 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 03/10/2018, 10:34 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up