JawaPos Radar

Bandara Mutiara Palu Kembali Beroperasi Komersial, Tapi Dibatasi

03/10/2018, 08:53 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Bandara Mutiara Palu Kembali Beroperasi Komersial, Tapi Dibatasi
Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu (Dok. JPNN / Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM no H0913/18 mengenai jam operasional Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu. Jam operasional untuk penerbangan komersial adalah dari pukul 06.00 WITA - pukul 22.00 WITA. Sedangkan untuk penerbangan emergency, SAR dan kemanusiaan Bandara dibuka 24 jam.

Tim teknik AirNav Indonesia yang diturunkan ke Palu dalam dua hari telah berhasil memulihkan fasilitas navigasi (DVOR/DME). Selanjutnya akan dilakukan ground test dengan mendatangkan alat uji PIR(portable ILS/DVOR receiver) dari Balikpapan dengan hasil akurat sesuai standard.

Selain itu, tim teknik Airnav juga menaikkan jangkauan (coverage) alat komunikasi ground to air (VHF) sampai diatas 40 NM dan memulihkan jaringan komunikasi untuk koordinasi antara Palu dan MATSC (AirNav Cabang Makassar).

Dengan hasil kerja tersebut, peralatan navigasi kembali beroperasi normal. Selain itu, lampu di rumway juga telah menyala, sehingga layanan navigasi penerbangan di Palu  kembali menjadi IFR (Instrumen Flight Rules) dan bandara dapat dioperasikan hingga malam hari.

Seluruh peralatan itu, kelistrikannya didukung oleh genset. Karenanya AirNav sangat membutuhkan kepastian pasokan bahan bakar agar dapat terus melayani bandara Mutiara Palu 24 jam.

"Kami juga menerima kabar kondisi aktual di bandara Palu langsung dari GM Airnav Makassar, Novy Pantaryanto yang langsung memimpin posko tanggap darurat AirNav Indonesia Palu," kata Manager Humas Airnav Yohanes Sirait di Jakarta, Rabu (3/10).

GM Airnav Makassar melaporkan secara umum pelayanan navigasi berjalan dengan baik dimana kapasitas bandara Palu ditetapkan sebanyak 9 slot penerbangan/jam dan dikelola langsung oleh unit ATFM (Air Traffic Flow Management) dan crisis center AirNav Makassar yang bekerja 24 jam. 

Pada kondisi tanggap darurat ini ada kesepakatan 4 slot di peruntukan untuk penerbangan militer, 4 untuk penerbangan sipil dan 1 safety margin.

Selain slot tersebut, AirNav juga mengelola slot untuk penerbangan helicopter yang di parkir di areal rumput depan tower sebanyak 8 pesawat.
Adapun pengaturan parkir pesawat sangat lancar dikarenakan Koordinasi sangat baik terutama didukung tim AMC UPBU Bandara dan perbantuan dari AP1 Bandara Hasanuddin.

Yohanes mengatakan terdapat pembatasan akses untuk mengamankan wilayah airside dari pengungsi dan orang-orang yang tidak berkepentingan.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up