JawaPos Radar

100 Desainer Siap Usung Warisan Budaya Kain Pesisir di IMFW 2018

03/10/2018, 08:28 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
pekan mode, IMFW 2018, Indonesia Modest Fashion Week,
Para desainer dalam Indonesia Modest Fashion Designer (IFMD) menjelang ajang Indonesia Modest Fashion Week (IMFW). (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gairah modest fashion atau yang dikenal sebagai busana tertutup semakin diminati. Terlihat dari lahirnya desainer muda modest wear dan pekan mode busana muslim. 

Guna mendukung perkembangan busana muslim, Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) pun digelar pada 4-7 Oktober 2018 di JCC. Uniknya, ajang tersebut mengusung tema Heritage Long The Coast of Indonesia yang artinya mengangkat eksotisme kain warisan budaya pesisir Indonesia sebagai highlight.

"Semua desainer dalam Indonesia Modest Fashion Designer (IFMD) membawa kain pesisir yang memiliki latar belakang syiar Islam dalam perhelatan nanti. Kain-ain tersebut berasal dari daerah sepanjang pesisir yang memiliki sejarah masuknya Islam ke Indonesia, kain-kain wastra seperti tenun, batik, dan songket," papar Ketua Umum Indonesia Modest Fashion Designer Jeny Tjahyawati dalam konferensi pers, Rabu (3/10).

Jeny menyebutkan daerah pesisir yang memiliki sejarah syiar Islam dimulai dari Aceh, sepanjang Sumatera seperti Sumatera Barat dengan batik Tanah Liek. Kemudian Palembang dan sepanjang Sumatera. Lalu menyambung ke wilayah Jawa seperti Garut, Cirebon, Pekalongan, Tuban, hingga Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Makassar.

"Semua desainer kami bebaskan berkreasi dengan warna yang colorful. Warisan budaya pesisir kami harapkan sebagai pembuka jendela para pecinta mode," jelasnya.

Jeny berharap acara yang akan diramaikan oleh 100 desainer dan 40 model tersebut bisa meningkatkan kemeriahan industri fashion. Menurutnya, Indonesia harus menciptakan tren fashion dengan material lokal yang begitu melimpah sebagai modal menjadi kiblat modest fashion dunia.

"Kami senantiasa mendukung Indonesia menjadi kiblat modest fashion dunia. Pencapaian tersebut bukan hal yang mudah. Ini butuh kerja sama bahu membahu dengan semua pemangku kepentingan agar tidak sekadar mimpi belaka," tutup Jeny.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up