JawaPos Radar

Kemarau Akan Sulitkan Petani Berproduksi, Pemerintah Diminta Fokus

03/10/2018, 08:00 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Kemarau Akan Sulitkan Petani Berproduksi, Pemerintah Diminta Fokus
Ilustrasi petani padi saat menunggu waktu panen (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kemarau panjang dikhawatirkan akan semakin menyulitkan petani karena kondisi pceklik. Pemerintah diminta membenahi persoalan yang dihadapi petani, khususnya di saat musim kemarau.

Sekretaris Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Petani Indonesia (SPI) Agus Ruli mengungkapkan bahwa musim kemarau yang panjang jelas berdampak langsung terhadap pertanian dan kehidupan para petani secara kompleks. Selain produksi hasil tanam petani akan menurun, musim kemarau juga menghadirkan persoalan-persoalan lain kepada petani seperti tumbuhnya hama di lahan pertanian mereka.

“Hama di ladang-ladang pertanian juga bertumbuh banyak. Ini yang kerap dikeluhkan oleh petani-petani,” papar Agus.

Lebih jauh Agus menuturkan kemarau panjang bisa menyebabkan petani gagal panen sehingga merugi dari sisi modal. Secara tidak langsung hal ini membuat petani memiliki hutang panen sehingga ketika datang musim hujan mereka harus menanamnya ulang.

Tak hanya itu, luasan kekeringan ladang-ladang pertanian di berbagai daerah diyakini Agus lebih besar dibandingkan dari tahun sebelumnya, sebagaimana data yang diungkap oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dimana kekeringan telah melanda 11 provinsi yang terdapat di 111 kabupaten/kota, 888 kecamatan, dan 4.053 desa yang notabene diantaranya adalah daerah-daerah sentra beras dan jagung, seperti Jatim, Jateng, Jabar, Sulsel, NTB, Banten, Lampung, dan beberapa provinsi lainnya.

Kondisi kekeringan di atas selaras dengan hasil studi Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), sebanyak 39,6% dari 14 kabupaten yang merupakan sentra padi mengalami penurunan produksi di kemarau panjang ini. Penurunannya bahkan tidak tanggung-tanggung, mencapai 39,3%.Oleh sebab itu ia mendorong Kementan lebih serius menangani hal ini.

Kementan disarankannya berkoordinasi langsung dengan para petani dan menampung masalah-masalah yang dihadapi petani. Yang menjadi persoalan adalah Kementan sejauh ini dinilainya kurang optimal dalam membenahi persoalan yang dihadapi petani, khususnya saat musim kemarau melanda.

(ask/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up