JawaPos Radar

Mari Jaga Alam, Ini Daftar Daerah Berpotensi Bencana Versi Ahli Nama

03/10/2018, 07:32 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Ahli nama, nama daerah bencana, gempa palu, gempa donggala, gempa lombok,
Relawan bersama warga yang selamat saat melakukan evakuasi korban gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng). (ACT for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Nama daerah atau negara dianggap bisa membawa energi positif atau negatif bagi rakyatnya. Beberapa daerah di Indonesia dan dunia memiliki energi atau vibrasi negatif sesuai ilmu analisa nama. 

Ahli Restructure Nama, Ni Kadek Hellen Kristy Ws menganalisa nama Lombok, Palu, dan Donggala memiliki hasil analisa yang negatif atau kurang harmonis dari segi nama. Hal itu bisa ditandai dengan banyaknya bencana di wilayah tersebut.

Nama Donggala, memiliki vibrasi negatif berpotensi mengalami kehancuran total secara fisik maupun psikologis bagi penghuni di dalamnya. Sedangkan Palu memberikan vibrasi negatif, berpotensi labil, mudah terserang bencana baik oleh alam maupun rekayasa serta kurang mampu dalam mengatasi permasalahan.

Menurut perempuan yang disapa Heleni itu, ulah manusia juga bisa menyebabkan kerusakan alam atau bumi. Maka dia berharap semua manusia menjaga alam, termasuk para pejabat sebuah negara atau wilayah untuk menjaga kedamaian.

"Kalau dalam dunia energi itu ada hubungannya antara bencana alam dan ulah penghuninya. Alam hanya melontarkan kembali. Di era sosial media seperti saat ini, salah satu effect-nya adalah segala sesuatu sangat mudah dan cepat menyebar termasuk hal-hal negatif. Sepatutnya kita penghuni bumi memberikan yang terbaik kepada siapa pun termasuk alam," kata Heleni kepada JawaPos.com, Selasa (2/10)

Negara dan kota lainnya yang juga memiliki vibrasi negatif dari sisi nama adalah Chile, Palembang, Alaska, Japan, China, Indonesia, Filipina, Taiwan, Maluku, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Banten, Lampung, dan Jogjakarta.

"Dan pada kenyataanya, negara dan daerah di atas termasuk di dalam daftar negara (daerah) yang berpotensi ancaman bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, angin topan, banjir, dan tanah longsor merupakan bencana alam yang sering terjadi di permukaan bumi," tegas Heleni.

Di balik vibrasi negatif pada nama kota, provinsi atau negara, Heleni menekankan pentingnya bersahabat dengan alam dan mengeluarkan energi positif bagi lingkungan.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up