JawaPos Radar

Beredar Kabar Ancaman Gempa di Pulau Jawa, Ini Kata LIPI

03/10/2018, 08:55 WIB | Editor: Imam Solehudin
Ilustrasi Gempa
Ilustrasi Gempa. LIPI membantah terkait kabar yang menyebut adanya ancaman gempa berkekuatan besar di Pulau Jawa. (Pixabay)
Share this image

JawaPos.com - Pascagempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng), belakangan beredar kabar di media sosial jika pulau Jawa, terutama daerah Jakarta dan Bandung juga akan diguncang oleh gempa berkekuatan besar. Hal itu disebabkan karena pergeseran lempeng bumi bagian selatan Indonesia.

Menanggapi itu, Peneliti Geologi Kegempaan LIPI, Danny Hilman Natawidaja memastikan jika kabar itu adalah hoax. Menurutnya sampai saat ini belum ada alat yang mampu mendeteksi detail waktu terjadinya gempa.

"Di media ini potensi gempa itu diplintir menjadi yang akan terjadi dalam waktu dekat itu yang salah. Kalau potensi ada, tapi tidak tahu kapan tepatnya," ujar Danny di Media Center LIPI Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (2/10).

"Prediksi gempa luar biasa susahnya kalau menyangkut waktu. Tapi intinya sangat sulit, jangankan mendeteksi gempa, wah di Aceh ada gempa besar. Sekarang aja di Palu ini tidak tahu," imbuhnya.

Meski demikian Danny tidak membantah jika Pulau Jawa berpotensi diguncang gempa. Karena dileweti oleh sesar atau lempeng patahan bumi. Namun terkait waktu terjadinya gempa tidak bisa diprediksi.

Oleh karena itu Danny memastikan jika ada yang menyebut Pulau Jawa akan diguncang gempa itu adalah hoax. Menurutnya, kabar semacam itu bukan kali ini saja terjadi, sejak terjadinya gempa di Lombok juga hal serupa terjadi.

"Itu (Jawa akan gempa) adalah hoax sebenarnya. Kita sudah lakukan klarifikasi pesan berantai bukan hanya terkait Palu saja tapi sejak Lombok," tegasnya.

Senada dengan Danny, Peneliti Geofisika Kelautan LIPI, Nugroho Dwi Hananto mengatakan jika waktu gempa tidak bisa diprediksi. Sumber pengetahuan saat ini dimiliki manusia belum sampai pada ranah tersebut.

"Apa yang kita tahu sekarang masih sebesar ujung kuku, sisanya masih rahasia Ilahi. Biarkanlah jadi wacana, tapi kita belum bisa menyebutkan bahwa besok jam sekian detik sekian akan jadi gempa," tandasnya.

(ce1/sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up