JawaPos Radar

Yudi Latif: Pemimpin Muda Harus Laksanakan Pancasila

03/10/2018, 06:52 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Yudi Latif: Pemimpin Muda Harus Laksanakan Pancasila
Mantan Kepala Pelaksana Unit Kerja Presiden Pembina Ideologi Pancasila, Yudi Latif, menjadi pembicara (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Sekolah pemimpin muda Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) angkatan 8 sudah digelar sejak Senin (1/10). Mantan Kepala Pelaksana Unit Kerja Presiden Pembina Ideologi Pancasila, Yudi Latif, menjadi pembicara di hari pertama.

Dalam kesempatan itu, Yudi membahas tema Pemahaman Sosial Politik dan Sejarah Kepemimpinan di Indonesia. Yudi berpesan para caleg muda harus memiliki visi dan misi yang sejalan dengan esensi dan semangat Pancasila.

“Jadi ketika nanti menyusun legislasi, memimpin apapun, orientasi kita adalah melindungi segenap bangsa. Artinya manusia dan seluruh tumpah darah, segenap alam semesta yang ada di dalamnya yang merupakan esensi kebajikan tertinggi dari Pancasila,” kata Yudi, Selasa (1/10).

Menurut Yudi, untuk membumikan Pancasila di dalam kehidupan anak muda harus memahami lima isu strategis. Yakni, pemahaman Pancasila, inklusi sosial, keadilan sosial, pelembagaan Pancasila, dan keteladanan Pancasila.

“Jika anak muda menjalankan, memahami dan melaksanakan Pancasila, mereka sedang menumbuhkembangkan prestasinya untuk menjadi generasi yang lebih baik dibanding kualitas generasi kepemimpinan yang sebelumnya," ujarnya.

Selain Yudi Latif, juga ada kelas lain bertema Globalisasi dan Politik Luar Negeri Republik Indonesia. Pematerinya adalah Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kemlu RI, Siswo Pramono dan Wakil Indonesia di Komisi HAM ASEAN, Dr Dinna Wisnu.

Dalam kesempatan tersebut, Siswo menyampaikan pentingnya pemahaman perkembangan geopolitik dalam memastikan proyeksi keamanan dan kepentingan nasional ke depan.

“Dalam konteks hubungan internasional, berbagai kepentingan pasti ada common interest-nya, meski value masing-masing berbeda. Ini yang harus dipahami oleh pemimpin-pemimpin muda di Indonesia. Dialog adalah kunci," tutur Siswo.

Sementara Dinna Wisnu yang juga pengajar HI di Universitas Binus Jakarta menyatakan pemimpin-pemimpin muda di daerah wajib memiliki pengetahuan tentang Hubungan Internasional dan geopolitik. Sehingga saat membuat kebijakan telah memahami dinamika hubungan antara politik dalam negeri dan politik luar negeri yang saling terkait.

(yuz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up